Notification

×

Adsense bawah

Adsen


BSI Fokus Perkuat Pengembangan UMKM

Senin, 09 Agustus 2021 | 20:28 WIB Last Updated 2021-08-09T13:28:17Z

Masruni perajin UMKM yang dibantu Bank Syarian Indonesia (BSI)


Banjarmasin, fajarharapan.id - Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan menengah (UMKM) di tanah air.


Direktur Utama BSI Hery Gunardi, mengatakan sektor UMKM sendiri menjadi salah satu sektor strategis yang menjadi fokus BSI.


"Kita komitmen untuk mendukung UMKM. Salah satu DNA-nya BSI ini mendukung UMKM termasuk mikro," kata Hery dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (9/8).


Dukungan untuk pelaku UMKM ini dilakukan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), melalui produk dan layanan keuangan syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Hery menuturkan, dukungan diberikan kepada UMKM yang memiliki potensi untuk berkembang.


"Pada dasarnya sepanjang ada potensi berkembang, ada aset kedepannya dan tentunya perlu pembiayaan maka kita support," ujarnya.


Hery menyebut BSI tidak membatasi jenis UMKM mana saja yang diberikan dukungan. Senada, Wakil Direktur Utama 1Bank Syariah Indonesia, Ngatari mengatakan, pembiayaan kepada segmen mikro terus mengalami pertumbuhan menunjukkan komitmen BSI dalam mendukung pertumbuhan UMKM. 


Komposisi untuk pembiayaan UMKM di bulan juni 2021 sebesar 22,86 persen, atau naik 46 basis point dibandingkan bulan maret 2021. Hingga bulan juni 2021, pembiayaan UMKM di BSI  tercatat sebesar Rp36,82 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan akhir tahun 2020 lalu yang tercatat sebesar Rp34,99 triliun. 


“Kedepan komitmen BSI kepada sektor UMKM tidak akan luntur, kami akan terus menyalurkan pembiayaan kepada nasabah yang sehat dan konsisten,” ucap Ngatari.


Dia mengatakan selama masa pandemi virus corona, Bank Syariah Indonesia juga telah melakukan restrukturisasi pembiayaan kepada 96 ribu nasabah dengan nilai Rp.18,9 triliun. Dari jumlah itu sebanyak 65 persennya merupakan nasabah UMKM.


“Kami sudah melakukan restrukturisasi pembiayaan dengan nilai Rp.18,97 triliun. Dari total itu sebanyak 65 persen atau 62 ribu nasabah adalah nasabah UMKM dengan nominal Rp.7,91 triliun,” pungkas Ngatari. (feb)


ADSEN KIRI KANAN