Notification

×

Adsense bawah

Adsen


Abrasi Pantai Ancam Objek Wisata Pohon Seribu dan Rumah Warga

Jumat, 06 Agustus 2021 | 19:11 WIB Last Updated 2021-08-06T12:11:02Z

Abrasi pantai yqng menganca rumah penduduk sekitar.


Pasbar, fajarharapan.id -  Abrasi pantai mengancam objek wisata Pohon Seribu dan rumah warga sekitar di Jorong Pondok, Nagari Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat. 


Warga was-was yang  tinggal  di kawasan pinggiran Muaro Tanjung tersebut akibat dampak abrasi dan erosi derasnya sungai Batang Ampu mengali ke Muaro Tanjung.


"Dimana Abrasi tersebut sudah berlangsung sejak lama dan terus mendekati rumah warga, serta puluhan rumah warga  terancam," ujar Sekna Nagari Sasak Ranah Pasisie, Dedet Darmansya, SE kepada fajarharapan.id, Jumat (6/8/2021) di Sasak. 


Ia menyampaikan bahwa secara administrasi pemerintahan telah menyampaikan terjadinya hal tersebut pada pihak kecamatan dan BPBD serta instansi terkait, namum masih belum ada tindakan," ujar Dedet. 


Jadi ia selalu sekretaris nagari Sasak, mengharapkan agar pemerintah daerah segera melakukan peninjauan ke lokasi abrasi, agar bisa mengambil tindakan apa yang akan dilakukan untuk menyelamatkan objek wisata pohon seribu dan perumahan warga Jorong Pondok.


"Karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama, karena kejadian ini bukan sekali ini saja terjadi bencana abrasi ini. Maka kita harap segera ada peninjauan secara langsung dan teknis serta ada kajian dampak kecil, menengah dan jangka panjang," harapnya.


Untuk itu tentu harus ada kebijakan, mengingat abrasi ini akan mengancam kehidupan masyarakat, mesti ada langkah nyata termasuk proses penganggaran, dari pihak pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi.


Sementara itu Pasrial selaku tokoh masyarakat Kampung Jorong Pondok menuturkan bahwa langkah terbaik untuk melindungi warga dari abrasi pantai tidak lain dengan pemasangan batu grib di titik-titik yang belum terpasang di sepanjang Pantai Sasak.


Sedangkan lokasi dampak abrasi itu telah menghantam sekitar 2 kilometer panjang pantai yang terkena terdampak abrasi. Tepatnya bersebelahan dengan objek wisata Pohon Seribu yang sudah terpasang batu grib.


Dan Endrik selaKu Jorong Pondok bersama warga melakukan ratik tolak balla yang dilaksanakan selama tiga kali dalam satu mingu  hari Jumat.


"Kita serahkan kejadian ini kepada Allah SWT selaku pemilik alam, sebab disamping terjadinya abrasi juga adanya musibah hampir setiap hari warga Pondok meninggal dunia," katanya. 


Makanya warga melaksanakan budaya tolak balla, seperti yang pernah dilakukan leluhur dalam menolak musibah dan bencana.


"Kita berharap agar segera melakukan peninjauan lokasi agar jelas apa yang akan di lakukan oleh  warga ke depannya," ujarnya.. (By roni)


ADSEN KIRI KANAN