Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Ustadz Adek : Mari kita Berikhtiar di Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Semoga Pandemi Covid 19 Segera Berlalu.

Minggu, 11 Juli 2021 | 09:16 WIB Last Updated 2021-07-11T02:16:05Z
PAYAKUMBUH, fajarharapan.id - Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD. PKS) Kota Payakumbuh Ustadz Adek Fauzan, SH  mengajak kita untuk bersama - sama berikhtiar melakukan amal terbaik, ajaknya Minggu, (11/7/2021).

"Mari, memperbanyak berdoa kepada Allah SWT semoga
Pandemi Covid 19 ini berlalu atau segera usai, supaya bisa kembali beraktivitas seperti seperti dulu lagi", ajak Ustadz Adek. 

Kemudian, anak-anak bisa melakukan aktivitas belajar di sekolah secara baik dengan bimbingan para guru yang mendidik sepenuh hati.

Kegiatan ekonomi bergeliat lagi agar masyarakat dapat mandiri secara finansial dan menggapai kesejahteraan lahir dan batin.

Ditambahkan Ustadz Adek, kita dapat melakukan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Agar Allah berikan pahala yang berlipat ganda kepada para pejuang kesehatan yaitu dokter dan tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam melayani pasien terutama pada pandemi ini.

Mari kita berdoa, agar Allah SWT selamatkan kaum muslimin yang sedang terzalimi dibelahan bumi mana pun, agar Allah SWT
memberikan kesabaran kepada calon jama'ah haji di seluruh dunia khususnya Indonesia yang belum bisa menunaikan ibadah haji. Allah SWT yang Maha Kuasa pasti punya cara Nya tersendiri dalam memperjalankan hambaNya ke Baitullah, ujar Ustadz Adek.

Ajakan Sekretaris DPD. PKS. Kota Payakumbu itu, sekaitan bahwa hari ini Minggu 11 Juli, kita memasuki bulan Dzulhijjah 1442 H.

Salah satu bulan yang mulia, kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman :
“Demi fajar, Dan malam yang sepuluh, Dan yang genap dan yang ganjil, Dan malam bila berlalu” (QS Al-Fajr 1-4).

Allah SWT. bersumpah dengan 5 makhluk-Nya, bersumpah dengan waktu fajar, malam yang sepuluh, yang genap, yang ganjil dan malam ketika berlalu. Dan para ulama tafsir seperti, Ibnu Abbas ra, Ibnu Zubair ra, Mujahid ra, As-Sudy ra, Al-Kalby ra menafsirkan maksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. 

Kemudian, Allah SWT bersumpah dengan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah karena keutamaan beribadah pada hari tersebut.

Sebagaimana hadits Rasul saw, Dari Ibnu Abbas ra berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Tiada hari dimana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini –yaitu sepuluh hari pertama Zhulhijjjah.“ Sahabat bertanya, ”Ya Rasulallah saw, tidak juga jika dibandingkan dengan jihad di jalan Allah?“ Rasul saw. menjawab,
”Tidak juga dengan jihad, kecuali seorang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya serta tidak kembali (syahid)"

Hari-hari dimana berkumpul nya seluruh amalan Sholeh, seperti : dzikir, shalat, puasa, berinfaq, berkurban dan ibadah haji, pungkas Ustadz Adek. (zik)

ADSEN KIRI KANAN