Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Sepekan Setelah Banjir Hantam Eropa, 158 Orang Masih Hilang

Jumat, 23 Juli 2021 | 16:11 WIB Last Updated 2021-07-23T09:11:02Z

 

Banjir bandang Eropa.

Jakarta - Pemerintah Jerman memperkirakan 158 orang masih hilang akibat banjir bandang yang melanda melanda Eropa barat pekan lalu.


Banjir itu menghancurkan Jerman, Belgia dan Belanda. Para pejabat Jerman khawatir ratusan orang yang masih hilang itu tidak bisa ditemukan lagi.


Korban meninggal akibat banjir terus bertambah menjadi 205 jiwa di seluruh Eropa, sementara total yang terhitung setidaknya ada 176 orang.


Sebanyak 32 kematian dan 18 orang hilang ada di Belgia.


Di Jerman, negara paling terpukul, seluruh kota terendam air, sementara jalur kereta api dan jalan tersapu oleh banjir bandang, yang merenggut sedikitnya 173 nyawa, sebagaimana dikutip cnnindonesia.

  

Organisasi bantuan bencana federal Jerman mengatakan sangat kecil kemungkinannya bahwa korban selamat akan ditemukan. Tim penyelamat terus menyisir kota-kota yang dilanda banjir untuk mencari kemungkinan korban selamat.


Wakil presiden badan federal Jerman untuk bantuan teknis, Sabine Lackner, mengatakan kepada CNN, Kamis 22/7) bahwa kecil kemungkinan petugas darurat dapat menemukan lagi korban selamat.


"Pencarian orang hilang terus bergerak, tetapi karena potensi kerusakan dan berjalannya waktu, sedikit harapan orang hilang akan ditemukan saat ini," kata Lackner dalam sebuah pernyataan.


Di kota Koblenz, di negara bagian Rhineland-Palatinate, Jerman barat yang dilanda parah, polisi mengatakan sedikitnya 125 orang dipastikan tewas.


''Masih ada 155 orang yang belum ditemukan,'' kata juru bicara polisi Verena Scheurer. "Oleh karena itu, kami menganggap pada tahap ini bahwa jumlah kematian masih bisa meningkat."


Kementerian Dalam Negeri mengatakan sedikitnya 47 orang tewas di negara bagian Rhine-Westphalia Utara.


Juru bicara kepolisian di Cologne Max Wilmes, menyebut setidaknya tiga orang di distrik Euskirchen masih belum ditemukan.


Pihak berwenang di Upper Bavaria mengatakan setidaknya satu orang meninggal setelah hujan deras selama akhir pekan.


Kanselir Jerman Angela Merkel saat kunjungan ke negara bagian hari Minggu lalu, mengatakan kehancuran itu nyata.


Sementara itu di Belanda tidak ada korban jiwa. Sistem pengelolaan air dan kesiapan para pejabat di negara itu mampu menangani banjir jauh lebih baik daripada tetangganya Jerman dan Belgia. Namun, puluhan ribu orang harus dievakuasi dari Belanda.(*)


ADSEN KIRI KANAN