Notification

×

MGID ATAS

Adsen

PPKM Kota Mataram Berdampak Semua Lini, Lombok Barat Kembali Tutup Sekolah

Kamis, 15 Juli 2021 | 13:06 WIB Last Updated 2021-07-15T07:32:19Z
DPRD Lombok Barat Munawir Haris

Lombok Barat, FajarHarafan.id - PPKM Darurat mulai berlaku di Kota Mataram sejak hari, Senin 12 Juli 2021. Masyarakat merasakan dampak dari kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang sudah berlaku sejak 3 Juli 2021 di Pulau Jawa dan Bali. Bukan hanya masyarakat yang merasakan Dampak tersebut, dari golongan pemerintahan juga ikut merasakan Dampak PPKM. Rabu, 14/07/2021


PPKM yang dilakukan di Kota Mataram berdampak kepada semua lini. Dampak ini bukan hanya dirasakan oleh Masyarakat Mataram seperti di tutupnya tempat pembelanjaan, Mall dan lainnya, ini juga berdampak pada Kawasan Pariwisata di wilayah Lombok Barat yang berada di Senggigi. 


"Memang ini berdampak kepada semua lini."ucap DPRD Lobar, Munawir Haris. 


Bukan hanya itu, dari golongan DPRD Lombok Barat juga merasakan dampak PPKM ini. Misalnya seperti di Kabupaten Lombok Barat. Untuk Ke kantor DPRD Lobar harus melewati Kota Mataram bagi teman-teman DPR yang rumahnya di wilayah kawasan gunung Sari dan Narmada. "Ketika kita masuk atau rapat malam misalkan terjadi penyekatan, terjadi istilah pengalihan arus dan lain sebagainya. Ini berimpligasi juga terhadap kehadiran dan lain sebagainya. Intinya, tapi kita tetap mendukung apapun yang menjadi anjuran pemerintah tetap kita hormati dan kita dukung demi kemaslahatan kita bersama."jelasnya 


Adapun proses belajar mengajar siswa di Kabupaten Lombok Barat NTB, kembali diadakan setelah melalui beberapa evaluasi sekolah tatap muka mulai diadakan sejak belakuknua PPKM Kota Mataram. Melihat hal itu, DPRD Lombok Barat menekankan untuk tetap melakukan Belajar Dari Rumah (BDR) ia sampaikan Usai melakukan Rapat Paripurna bersama Pemda Lombok Barat. 


"Mulai dari SD, SMP, SMA itu kembali di rumah masing-masing dan tetap pakek Daring, itu sudah kita sepakati tadi termasuk dengan pak Sekda sudah memberikan jawaban terhadap itu."


Menurutnya, di satu sisi melakukan PPKM di satu sisi lagi masuk sekolah dan saat ini semua orang melakukan PPKM tapi masuk sekolah sedangkan kemaren orang tidak PPKM tidak masuk sekolah. Dan ini yang membuat keputusan untuk tetap sekolah menggunakan Daring. 


"Apapun keputusan pemerintah itu layaknya kita harus ikuti". (AE)

ADSEN KIRI KANAN