Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Penyertaan Modal Dana Desa Mencapai Rp12 Miliar

Jumat, 30 Juli 2021 | 14:58 WIB Last Updated 2021-07-30T07:58:26Z


Bupati Tanah Datar Eka Putra berdialog dengan sejumlah camat, di sela-sela kegiatan sosialisasi tentang pengembangan usaha badan usaha milik nagari (bumnag) di daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu.(ist)

Tanah Datar - Sekitar Rp12 miliar dana desa diperkirakan sudah ‘ditanam’ di Badan Usaha Milik Nagari (bumnag). Angkanya bervariasi di setiap nagari. Sebanyak 75 nagari di Tanah Datar telah memiliki bumnag.


‘’Akumulasi penyertaan modal dari Dana Desa untuk bumnag Rp12 miliar. Ada 40 bumnag yang penyertaan modalnya kurang dari Rp200 juta, 25 bumnag Rp200-an juta, dan sepuluh bumnag belum aktif karena belum adanya usaha dan penyertaan modal dari nagari,’’ kata Kepala Dinas PMDPPKB Tanah Datar Nofenril.


Hal itu dikatakannya, saat memberi laporan pada kegiatan Sosialisasi PP Nomor 11/2022 tentang Bumdes, dan Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pendaftaran, Pendataan dan Peningkatan, Pembinaan dan Pengembangan, dan Pengadaan Barang dan/atau Jasa Badan Usaha Milik Desa, Rabu (28/7), di Aula Kantor Bupati Tanah Datar.


Nofenril menjelaskan, saat ini banyak bumnag yang bergerak pada bidang penyediaan barang dan jasa, pariwisata dan souvenir, pertanian, peternakan, dan pengelolaan air bersih.


Untuk pengembangannya di masa mendatang, Nofenril mengajak para camat agar mendorong pemerintahan nagari bersama-sama memajukan bumnag, karena akan dapat menjadi kekuatan ekonomi baru di nagari.


Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam sambutannya mengatakan, selain diharap dapat menjadi kekuatan ekonomi di nagari, Bumnag juga bisa mengusung semangat kemandirian, kegotongroyongan, dan kebersamaan antara pemerintahan nagari dan masyarakat.


‘’Peraturan baru ini adalah angin segar untuk menjadikan bumnag lebih berkembang, karena adanya payung hukum yang jelas. Peraturan ini membuka peluang bumnag mengembangkan unit-unit usahanya. Bila ini terwujud, kita optimis, dampak langsung adalah kemandirian nagari secara ekonomi,’’ sebutnya.


Bupati Eka menegaskan, kemandirian secara ekonomi akan melahirkan nagari yang maju dan kuat. Efek lanjutannya, tegas dia, masyarakat Kabupaten Tanah Datar juga akan kuat secara ekonomis. Untuk itu, wabup meminta walinagari dan pengurus bumnag jeli melihat peluang bisnis yang akan dikembangkan.


Kepada para camat dan walinagari, bupati juga berharap, melalui kegiatan sosialisasi tersebut bisa tercapai pemahaman bersama, terutama menyangkut usaha pentingnya mengembangkan bumnag, sebagai langkah konkret untuk memulihkan perekonomian di daerah-daerah.


Kegiatan yang diikuti camat beserta walinagari se-Tanah Datar itu, menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Syafrizal, Koordinator TPP Sumbar Sigito, dan Kepala Bidang UEM dan Kawasan Pedesaan Dinas PMD Sumbar Desrianto Boy. (*)

ADSEN KIRI KANAN