Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Penyerahan Bantuan oleh SBMI Kepada Yuli Handayani

Selasa, 06 Juli 2021 | 20:05 WIB Last Updated 2021-07-06T13:05:53Z
Penyerahan bantuan


Lombok Timur - Penyerahan Bantuan Dari Basnas Kepada Yuli Handayani Mantan Pekerja Migran Indonesia(PMI) Mantan Korban Perdagangan Orang Yuli Handayani mantan Korban Perdagangan Orang (M KPO) asal suralaga Kebupaten Lombok Timur yang telah pulang dengan selamat bulan lalu.


Masih dalam keadaan tidak sehat, akibat disiksa oleh majikanya pada saat masih bekerja di Dubai Uni Emirat Arab telah melakukan pemeriksaan ke dokter Rumah Sakit Umum Selong kabupaten Lombok Timur, dinyatakan paru-parunya bermasalah akibat ditendang dan di pukul serta disetrika. Termasuk Kakinya masih belum sembuh, hampir patah, lutut masih terasa sakit,  dan di kepala ada luka sobek bekas dipukul majikan.


Melalui SBMI Lombok Timur meminta bantuan kepada BASNAS Lombok Timur agar Yuli Handayani untuk di bantu pembiayaan perawatanya yang masih sakit, dikarenakan kondisi dan keadaan  orang tuanya tergolong tidak mampu menjadi buruh.


Sempat didatengi di rumah nya beberapa hari lalu dan memastikan langsung orang tua Yuli pergi berburuh ke kecamatan sambalia untuk mencari Rizki padahal anaknya Yuli Handayani masih sakit bekas di siksa oleh majikanya saat ia bekerja di Dubai Uni Emirat Arab.


Usman Ketua SBMI Lombok Timur Hari Senin tanggal 6 juli sekitar pukul 13,00 Wita meyerahkan bantuan yang telah di terima dari Basnas Kabupaten Lombok Timur sebesar Rp. 1.500.000.- dan langsung di terima oleh Yuli Handayani di Kantor SBMI Lombok Timur untuk biaya pengobatan nya.


Yuli Handayani menyampaikan terimakasih kepada Basnas Lombok Timur yang telah memberikan bantuan untuk biaya kontrol ke rumah sakit.


"Untuk semua nya terutama kepada Baznas dan Ketua SBMI saya berterimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini". Ujar Yuli.


Usman Ketua SBMI Lombok Timur juga berharap Kepada Pemerintah Daerah  mudahan  Yuli Handayani bisa diberikan BPJS untuk membantu meringankan beban orang tuanya yang hanya sebagai buruh tidak mampu membiayai nya yang masih daam keadaan sakit.


Usman mengingatkan kepada seluruh Masyarakat  yang berniat menjadi calon pekerja Migran agar tidak mudah percaya dengan bujuk rayu calo penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI).


"Kita harus berjuang keras melawan calo-calo yang mengajak masyarakat bekerja ke luar negeri tanpa prosedur, kedepannya yang ingin bekerja ke luar negeri diharapkan untuk mengikuti prosedur yang berlaku". Pungkasnya 


Selain itu, pemerintah daerah, khususnya yang masyarakatnya banyak bekerja ke luar negeri (kantong PMI), untuk lebih perhatian, dan   mengedukasi masyarakat untuk bekerja ke luar negeri dalam kondisi yang siap, dengan kompetensi yang tersertifikasi, mengikuti prosedur yang benar, tidak terpikat dengan calo-calo," ujarnya. (Citra)



ADSEN KIRI KANAN