Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Penyekatan di Sembalun, Tidak Bisa Tunjukkan Kartu Vaksin akan Diputarbalikkan

Senin, 19 Juli 2021 | 08:34 WIB Last Updated 2021-07-19T01:34:25Z
Aparat saat menjaga di penyekatan Sembalun


Lombok Timur, fajarharapan.id - Menindak lanjuti Surat Edaran Bupati Lotim Nomor 060/481/pmd/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro Darurat, Forkopimcam bersama Puskesmas Sembalun menerapkan rapid antigen kepada warga yang akan berwisata di Sembalun.


Minggu (18/7) Kapolsek Sembelun AKP Lalu Panca Warsa mengatakan, pemberlakukan swab atau rapid antigen kepada warga yang datang ke Sembalun yang tidak bisa menunjukkan kartu vaksin dan swab atau rapid antigen di tempat akan diputarbalikkan.


“Kita cek kartu vaksin kalau ada kartu vaksinnya kita loloskan, namun jika tidak ada kita sarankan rapid anti gen, tapi jika tidak mau harus putar balik,” ujarnya.


Penyekatan PPKM berbasis Mikro Darurat ini dilakukan pada dua pintu masuk Kecamatan Sembalun yaitu, di Pusuk desa Sembelun Bumbung dan Kokok Putik desa Bilokpetung. “Dua pintu masuk ke arah Sembalun, langkah ini kami lakukan untuk mencegah masuknya covid 19 varian baru Deltha masuk ke kecematan Sembalun,” tegasnya.


Lebih lanjut Panca menyampaikan bahwa tujuan dari pemberlakuannya penyekatan dan pengurangan kapasitas pengunjung di tempat wisata yakni untuk mengurangi mobilitas masyarakat guna menakan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur.


“Untuk tempat wisata maupun kegiatan lainnya tetap dibuka dengan melakukan pembatasan kapasitas maksimal 25% dan pemberlakuan jam operasional sampai pukul 20.00 WITA dengan memperketat penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.


Diharapkan masyarakat selalu waspada dan taat protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Lombok Timur dimulai dari kesadaran diri sendiri. (Citra)


ADSEN KIRI KANAN