Notification

×

MGID ATAS

Adsen


Pengepul Miras Terbongkar Berkat Kawanan Kerbau Mabuk

Rabu, 14 Juli 2021 | 10:46 WIB Last Updated 2021-07-14T03:46:00Z

 

Ilustrasi kerbau (Grandyos Zafna/detikcom)


Jakarta - Kawanan kerbau membantu membongkar penjualan minuman keras illegal di Gujarat, India. Gara-garanya, kerbau-kerbau itu teler.


Dikutip dari AFP, Rabu (14/7/2021), peristiwa itu bermula dari kerbau-kerbau di sebuah peternakan di Gujarat menunjukkan perilaku aneh. Kerbau-kerbau itu menjadi hiperaktif, mulut kerbau-kerbau itu juga berbusa.


Khawatir dengan kondisi kerbau itu, pemiliknya, tiga petani, memanggil dokter. Si dokter datang dan memeriksa kerbau-kerbau itu.


Sehari kemudian, tingkah kerbau-kerbau milik mereka makin aneh. Sejumlah kerbau melompat-lompat, lebih banyak lagi kerbau yang mulutnya berbusa, sebagaimana juga dikutip detik.


Karena khawatir, mereka memanggil dokter hewan lainnya. Dokter itu datang ke peternakan, kemudian dia memeriksa kerbau-kerbau tersebut.


Dia mencium aroma aneh dari mulut kerbau dan menduga ada yang tidak beres dengan makanan atau minuman kerbau-kerbau itu. Dia kemudian memeriksa bak air tempat kerbau-kerbau itu minum.


Dokter tersebut menemukan bau tidak biasa di bak air minum kerbau itu dan airnya pun berwarna keruh. Saat ditanyakan kepada tiga petani itu, mereka bilang kalau air berwarna keruh karena banyak ranting dan dahan yang masuk ke bak penampungan air.


Dokter tersebut melihat di dalam bak itu ada botol-botol minuman beralkohol. Tampaknya, sejumlah botol pecah dan mencemari air minum di dalam bak dan dikonsumsi oleh kerbau-kerbau itu.


Dokter itu kemudian melaporkan adanya dugaan pabrik miras di peternakan itu kepada kepolisian setelah meninggalkan kandang. Peternakan itu kemudian digerebek dan ditemukan 1000 botol minuman beralkohol senilai 32.000 rupee atau sekitar Rp 6,2 juta.


Tiga petani yang masih bersaudara itu kemudian ditangkap oleh polisi. Di Gujarat memang dilarang untuk memproduksi, mengedarkan, dan menjual minuman beralkohol. Sanksi berupa penjara dan denda menunggu bagi pelaku.


Kepolisian setempat menyebut kemungkinan kerbau-kerbau itu minum miras dari botol-botol yang pecah itu.(*)



ADSEN KIRI KANAN