Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Pekerja Jepang di Karawang Meninggal Terpapar Covid-19

Jumat, 16 Juli 2021 | 09:23 WIB Last Updated 2021-07-16T02:23:00Z


Pekerja asal Jepang yang bekerja di Karawang, Jawa Barat, meninggal usai terpapar Covid-19. Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta - Seorang pekerja asal Jepang yang bekerja di salah satu perusahaan di Karawang, Jawa Barat meninggal dunia setelah terpapar virus corona (Covid-19). WN Jepang itu sempat dirawat di salah satu rumah sakit di DKI Jakarta.


"Ada satu orang yang dilaporkan ke saya. Itu juga dirawat bukan di Karawang tapi di Jakarta. Kerja di Karawang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Karawang, Ahmad Suroto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (15/7) malam.


Suroto tak menjelaskan secara detail terkait meninggalnya TKA asal Jepang itu. Ia hanya menyebut banyak warga asing yang bekerja di sektor industri manufaktur yang berada di Karawang.


"Bukan cuma Jepang, tapi dari negara-negara lain juga," katanya.


Dihubungi terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana mengaku belum mengetahui informasi TKA asal Jepang yang terpapar Covid-19 dan meninggal dunia.


"Saya belum dapat info, nanti kalau sudah ada info ya," katanya.


Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami lonjakan. Pada Kamis (15/7), jumlah kasus positif memecahkan rekor harian dengan 56.757 kasus. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 2.726.803 orang.


Kedutaan Besar Jepang di Jakarta menuturkan sudah ada 14 warga negaranya di Indonesia yang sejauh ini dinyatakan meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.


"Kami hanya dapat mengonfirmasikan jumlah warga negara Jepang yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia berjumlah 14 orang," ujar Kedubes Jepang di Jakarta melalui pernyataan saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Kamis (15/7).


Di sisi lain, Pemerintah Jepang menyiapkan penerbangan khusus untuk mengevakuasi warga mereka yang ada di Indonesia menyusul lonjakan kasus Covid-19. Menteri Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan hal itu disiapkan sebagai langkah antisipasi.


"Untuk melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan, sehingga orang Jepang yang ingin pulang dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin, dan sebanyak mungkin orang," kata Katsunobu Kato, Selasa (13/7) seperti dikutip dari Nikkei Asia. (*)

ADSEN KIRI KANAN