Notification

×

MGID ATAS

Adsen

KH Darul Qutni Dikukuhkan Jadi Ketua Badan Pengelola Masjid, Paham Radikal Harus Dijauhi

Jumat, 02 Juli 2021 | 13:57 WIB Last Updated 2021-07-02T06:57:28Z
KH Darul Qutni 


Banjarbaru, fajarharapan.Id - Setda Provinsi Kalsel mengukuhkan Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. KH Darul Qutni kembali diamanatkan menjadi ketua untuk periode 2016-2020, Kamis (1/7/2021).


Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Pj. Gubernur Kalsel, Safrizal ZA yang diwakilkan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fathurrahman. 


Fathurrahman menyampaikan, Pengurus Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) Sabilal Muhtadin Banjarmasin diharapkan mampu memakmurkan masjid, sekaligus mampu mengelola pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 


"Pengurus masjid harus bisa melindungi masjid dari masuknya paham radikal, ujaran kebencian dan tindakan provokatif yang bisa berujung kepada tindakan kekerasan dan terorisme," ucap Fathurrahman. 


Fathurrahman melanjutkan, para pengelola yang dipercaya sebagai pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin hendaknya melakukan upaya yang sungguh – sungguh demi meningkatkan kualitas pengelolaan masjid, baik tata kelola keuangan dan aset, pengelolaan peribadatan maupun lingkungan masjid. 


"Mari kita pastikan bahwa peribadatan dan kegiatan keagamaan di lingkungan masjid menjadi tempat untuk melahirkan umat Islam yang beriman, bertakwa dan berakhlakul Karimah" tutup Fathurrahman. 


Sementara itu ditempat yang sama, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin  periode 2021-2024 KH Darul Qutni menyampaikan, pihaknya akan merumuskan berbagai visi misi untuk membuat Masjid Sabilal Muhtadin menjadi lebih baik lagi, sehingga Masjid kebanggan ini dapat lebih maju lagi. 


"Kita lakukan pembenahan dan perbaikan terhadap fasilitas yang ada dilingkungan masjid. Misalya kolam dan air mancur di halaman depan masjid yang rusak, taman-taman akan ditata lebih baik lagi" ucap Beliau. 


KH Darul Qutni menambahkan, terkait adanya pengajian di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, pihaknya telah memperketat penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) disaat adanya pengajian, sehingga penularan virus corona pun diharapkan tidak terdapat saat acara keagamaan sedang berlangsung. 


Termasuk untuk ibadah qurban tahun ini sebagaimana mestinya sama seperti tahun kemaren saat kita masih berada di tengah wabah pandemi covid-19. Akan tetapi sekarang jaraknya sudah agak sedikit lenggang.


"Alhamdulillah Masjid Raya Sabilal Muhtadin selalu dapat dana hibah dari Pemprov Kalsel meskipun anggaran sebagian besar dialokasikan untuk Covid-19. Itu artinya pemerintah sangat perhatian di bidang keagamaan," pungkasnya. (feb)

ADSEN KIRI KANAN