Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Indofarma Jual Ivermectin

Sabtu, 03 Juli 2021 | 10:04 WIB Last Updated 2021-07-03T03:04:24Z

ilustrasi


Jakarta - PT Indofarma Tbk menyatakan harga netto apotek (HNA) termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) Ivermectin tablet 12 mg per botol isi 20 tablet adalah Rp123.200 atau setara dengan Rp6.160 per tablet. Sementara, harga eceran tertingginya termasuk PPN adalah Rp157.700 atau setara Rp7.885 per tablet.


"Distribusi produk Ivermectin dilakukan oleh Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang ditunjuk oleh perseroan untuk menyalurkan ke fasilitas kefarmasian sesuai dengan pedoman Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)," terang perseroan dalam keterangan resmi, Jumat (2/7/2021).


Perseroan telah mengantongi izin edar yang diberikan oleh BPOM RI dengan Nomor Izin Edar: GKL2120943310A1 untuk produk generik Ivermectin 12 mg kemasan Dus, 1 botol @20 tablet, pada 20 Juni 2021 lalu. Perseroan menargetkan untuk memproduksi 13,8 juta tablet pada awal Juli hingga Agustus 2021.


"Saat ini produk Ivermectin perseroan dapat diperoleh melalui resep dokter di jaringan Apotek Kimia Farma dan Halodoc, dan jaringan tersebut akan kami perluas sesuai dengan kebutuhan penyaluran produk untuk masyarakat," ujar perseroan sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Pamor Ivermectin menanjak setelah Menteri BUMN Erick Thohir menyebutnya sebagai obat terapi covid-19 di tengah lonjakan kasus. Klaim serupa juga disampaikan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.


Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum HKTI, Moeldoko mengirim ribuan dosis Ivermectin ke Kabupaten Kudus. Obat itu dikirim saat Kudus mengalami lonjakan kasus covid-19.


"Menurut FLCCC Alliance sudah ada 33 negara yang menggunakan Ivermectin dalam mengatasi Covid-19, antara lain Brazil, Zimbabwe, Jepang, dan India," ucap Moeldoko dalam webinar Senin lalu.


Tak ayal, obat keras itu kian diburu masyarakat dan harganya menanjak, terutama di e-commerce. Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru menyetujui pelaksanaan uji klinik Ivermectin sebagai obat covid-19.


"Badan POM sejalan dengan rekomendasi WHO untuk memfasilitasi segera pelaksanaan uji klinik yang diinisiasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan," ujar Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Badan POM awal peka ini.


Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban juga mengatakan pihaknya tak merekomendasikan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan pasien terpapar virus corona.


Zubairi menyebut meski Ivermectin memiliki potensi antiviral pada uji secara in-vitro di laboratorium, hal tersebut belum menjadi evidence-based medicine (EBM).


"IDI tidak merekomendasikan penggunaan Ivermectin pada pasien Covid-19 untuk sekarang ini, sama sekali tidak merekomendasikan," kata Zubairi beberapa waktu lalu. (*)


ADSEN KIRI KANAN