Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Gunung Taal Erupsi, Filipina Evakuasi Ribuan Orang

Jumat, 02 Juli 2021 | 16:09 WIB Last Updated 2021-07-02T09:09:04Z

 


Ilustrasi. Para pengungsi letusan Gunung Taal. (AP Photo/Aaron Favila)

Jakarta - Pihak berwenang Filipina mulai mengevakuasi ribuan orang usai status Gunung Taal dinaikkan menjadi waspada. Gunung itu erupsi, memuntahkan gas dan uap setinggi seratus meter.


Gubernur Provinsi Batangas Hermilani Mandanas mengevakuasi 14.495 penduduk dari daerah yang dekat gunung, Kota Agoncillo, ke wilayah yang lebih aman.


Untuk membantu mengevakuasi warga, truk sampah pun dikerahkan. Sementara pusat evakuasi masih dipersiapkan.


Badan Seismologi dan Vulkanologi Filipina menetapkan status level 3 pada Gunung Taal, yang artinya intrusi magmatik di kawah utama dan dapat mendorong letusan berikutnya, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


Kemarin, Kamis (1/7) pihak berwenang juga telah memperingatkan jenis letusan kali ini berpotensi lebih berbahaya daripada tahun lalu.


Air di kawah Taal mendidih sebelum dan sesudah letusan, menurut video yang diposting di halaman Facebook badan seismologi.


Magma bersentuhan dengan air kawah, yang kemudian berubah menjadi gas dan uap, yang dikenal sebagai letusan freatomagmatik.


"Freatomagmatic lebih berbahaya karena sudah ada interaksi dengan magma," ujar kepala divisi pemantauan dan prediksi letusan, Badan Seismologi dan Vulkanologi, mengutip Reuters.


Badan Seismologi menyatakan Kota Agoncillo dan Laurel, yang terletak dekat Gunung Taal berada dalam bahaya letusan dan tsunami vulkanik.


Merespons hal tersebut, Biro Bencana Nasional sudah memperingatkan gempa yang berkaitan dengan letusan gunung.


Taal adalah salah satu gunung berapi terkecil yang aktif di dunia. Meskipun hanya berada di ketinggian 311 meter, letusan gunung itu tetap bisa menyebabkan kematian. Pada tahun 1911 lebih dari 1.300 orang tewas akibat letusan Taal.


Kemudian, pada Januari 2021 lalu, Taal memuntahkan abu dan uap setinggi 15 km ke langit. Sehingga memaksa lebih dari 100 ribu orang mengungsi. Selain itu, penerbangan juga banyak yang dibatalkan akibat hujan abu lebat di Manila.(*)

ADSEN KIRI KANAN