Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis di Lobar Belum Ada yang Mendaftar

Selasa, 27 Juli 2021 | 20:17 WIB Last Updated 2021-07-27T13:19:48Z
Sekda Lobar cek pendaftaran CPNS.


Lombok Barat, fajarharapan.id - Setelah dibuka pendaftaran CPNS sejak tanggal 30 Juni - 26 Juli 2021 kemarin di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang lolos seleksi mencapai 2.910 orang. Sementara kuota yang dibutuhkan hanya 124 otang. 


Dari sebanyak itu hanya formasi untuk dokter spesialis masih kosong. Keberadaan dokter spesialis PNS sangat penting, terlebih saat ini keberadaan dokter spesialis di RSUD Tripat masih kurang.


Sekda Lobar H. Baehaqi membenarkan, soal seleksi penerimaan CPNS di Kabupaten Lobar dari seluruh formasi sesuai kebutuhannya yaitu 124 orang. Hingga sampai pada hari penutupan jumlah pendaftar hingga 2.910 orang. 


Dari seluruh formasi terdaftar jumlah pendaftar yang kurang bahkan kosong sama sekali terutama untuk formasi dokter spesialis. Melihat kebutuhan dokter spesialis untuk Lobar disini ungkapnya, sesuai kebutuhan empat orang saja, namun kenyataan ini hanya satu pendaftar saja. 


"Jumlah pendaftar untuk dokter spesialis sangat kurang dan minim sekali," katanya.


Berdasarkan formasi kebutuhan tenaga dokter banyak yang masih kosong. Tenaga dokter Anastesi dibutuhkan dua orang masih tidak ada pendaftar. Sedangkan dokter bedah yang dibutuhkan tiga tapi tidak ada pendaftar. Kebutuhan dokter bedah mulut satu orang juga nihil pendaftar. Kosongan lainnya yakni dokter kelamin dan kulit kebutuhannya satu  juga kosong termasuk dokter spesialis mata dan dokter fatologi masing-masing nol pendaftar.


"Saya liatnya kekosongan pendaftar para dokter ini, disinyalir jurusan atau bidang pendaftar yang masih langka," ujarnya.


Menanggapi tenaga dokter yang sepi pendaftar kata Baehaqi bahwa, tenaga dokter ini merupakan hal penting dan menjadi kebutuhan. Untuk itu  pihaknya akan upayakan tahun mendatang dan sudah barang tentu daerah akan mempersiapkan bagi peminat untuk disekolahkan lagi serta  di tahun ini akan didorong bagi mereka yang tadinya tenaga kontrak serta banyak yang mendapat rekomendasi dari daerah dengan perjanjian mereka masuk balik P3K.


"Yang mengambil fatologi klinik, yang masuk spesialis mata nanti akan direkomendasikan dan diikutkan  beasiswa dari pusat," tegas dia.


Peningkatan kelas rumah sakit ini memang dibutuhkan dokter spesialis dan daerah harus segera bisa mempersiapkan kekurangan ini

Manajemen umah sakit inikan sudah BLUD dan diharuskan upaya dari rumah sakit agar tetap ada dengan kerjasama kontrak.


"Sekarang ini memang sudah ada dokter dokter yang dimaksud, akan tapi bukan dokter tetap. Makanya kita buka sekarang untuk dokter ASN, sepertinya tak penuhi kuota," pungkasnya. (Ndi)

ADSEN KIRI KANAN