Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Dinkes Lobar NTB Luncurkan Dua Program Strategi Hambat Lajunya Covid-19

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:49 WIB Last Updated 2021-07-28T00:59:41Z

Arif Surgawirawan.


Lombok Barat, fajarharapan.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat NTB (Dinkes Lobar) meluncurkan dua program strategi untuk penurunan level penyebaran Covid-19. 


Arif Surgawirawan sekaligus menjadi Sekertaris Dinas Kesehatan Lobar (Dinkes Lobar) mengatakan, akan berusaha dalam penurunan penyebaran Covid-19 yang saat ini Kabupaten Lombok Barat berada pada level tiga, Selasa, (27/07/2021). 


"Kita upayakan sekarang jangan sampai jatuh ke level empat. Untuk sekarang ini kita lagi berusaha menurunkan supaya bisa menjadi level dua walaupun sekarang ini kita berada di level tiga," ungkapnya. 


Adapun cara dalam penurunan penyebaran Covid-19, salah satunya memperbanyak tempat tidur pasen diantara dua rumah sakit yang berada di Lombok Barat. yaitu, rumah sakit Patuh Patut Patju Gerung dan Rumah sakit Awet Muda Narmada. 


"Kita menurunkan level itu dengan cara Menambah tempat tidur Dua rumah sakit Gerung dan Narmada, sehingga Bornya rumah sakit ini nanti dibawah 60%," jelasnya


Dalam pencegahan penularan kasus COVID-19 juga perlu mengadakan Tracing. Pihaknya akan menambah jumlah orang yang akan di Tracing yang sebelum nya kurang dari Empat Belas dan sekarang harus mencapai Empat Belas Orang yang di Tracing pada satu yangsudah dikatakan Positif. tracing adalah, suatu proses pelacakan yang terdiri dari identifikasi, penilaian dan pengelolaan terhadap seorang yang telah terpapar penyakit dengan tujuan untuk memutus rantai penularan.


"Kita berupaya lebih dari 14 orang yang akan kita tracing disetiap satu kasus yang terkonfirmasi. Memang berat untuk kita laksanakan, tapi itu harus di lakukan. Karena itu strategi kita untuk menurunkan angka Tracing," tuturnya


Dengan terjadinya pelonjatan pasen yang di rawat di rumah sakit dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan pada level terbaru yang dibuat oleh WHO. 


"Mudah-mudahan tidak terlalu banyak pasien yang di rawat di Rumah Sakit karena Covid ini. Karena itu berpengaruh terhadap pertumbuhan hitung-hitungan di Level terbaru,"sambungnya. (Ndi)

ADSEN KIRI KANAN