Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Covid-19 Menggila di Lobar, Disdikbud Masih Tetap Laksanakan Sekolah Tatap Muka

Selasa, 27 Juli 2021 | 22:08 WIB Last Updated 2021-07-27T15:08:28Z
Wakil DPRD Lobar Hj. Nurul Adha


Lombok Barat, fajarharapan.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lombok Barat (Lobar) terkesan tak mengacuhkan perintah bupati untuk menutup semua sekolah, setelah ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakatan  (PPKM) level 3 (darurat) pasca Lobar masuk zona merah penyebaran Covid-19. 


Pasalnya masih ada 11 sekolah yang sebelumnya dulu memperoleh izin, masih diberikan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Padahal Sekda Lobar H. Baehaqi sudah tegas mengatakan jika bupati meminta penutupan itu berlaku untuk seluruh sekolah. Hal itupun disampaikan bupati ketika rapat evaluasi Covid-19 pekan kemarin. 


Mendengar kabar itu, DPRD Lobar meminta agar Dikbud mengevaluasi kebijakan itu. Bahkan meminta Dikbud lebih intens berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), sehingga mengetahui perkembangan  Covid-19. Sebab dalam melawan Covid-19 perlu kesadaran bersama dan saling menguatkan.


“Salah satu caranya, yaa kita taati lah arahan pemerintah. Kalau arahan pemerintah mengatakan tutup sekolah tatap muka dan pakai BDR (belajar dari rumah --red), ya kita ikuti,” saran Wakil Ketua DPRD Lobar, Hj Nurul Adha yang dikonfirmasi, Selasa (27/7).


Dalam Kebijakan BDR itupun diterapkan juga pada yayasan sekolah milik Ketua DPD PKS Lobar itu. Ia mengaku lebih melihat kondisi Lobar yang kini masuk zona merah. 


“Ini tidak masuk data. Ini yang kita khawatir, kalau kita buka sekolah kemudian ada anak yang OTG (orang tanpa gejala) terus di sekolah terjadi penularan dan tak bisa terkendali,” khawatirnya.


Perempuan yang akrab disapa Umi Nurul ini menilai lebih baik menyelamatkan generasi bangsa dari pada banyak yang terpapar virus itu. 


“Mau tidak mau harus dievaluasi, kalau sudah ada surat edaran dan perintah bupati tegas menutup, kemudian masih ada membuka, saya kira Dikbud harus mengevaluasi. Ini demi kebersamaan kita,” tegasnya.


Ia memaklumi jika orang tua maupun murid begitu antusias menyambut PTM. Hanya saja, kondisi saat ini kasus Covid-19 di Lobar melonjak. Hal ini yang harusnya disadari bersama.


“Kalau tidak sadar bersama dan saling mengguatkan menghadapinya, kapan akan selesai,” imbuhnya.


Sementara itu, Kepala Dikbud Lobar, H Nasrun mengakui memang masih ada 11 sekolah yang dahulu lulus verifikasi PTM masih membuka tatap muka. Ia berdalih kebijakan untuk 11 sekolah itu belum dicabut, sedangkan kebijakan untuk sekolah lain yang mengusulkan izin PTM belakangan duluan dicabut. 


 “Semua sekolah yang izin belakangan itu dicabut (PTM),” ungkapnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.


Saat disinggung kebijakan pemerintah pusat yang menyarankan agar tidak mengelar tatap muka bagi daerah yang menggelar PPKM darurat,  Nasrun mengatakan jika pihaknya tetap akan mengevaluasi 11 sekolah itu.


“Kita sedang evaluasi untuk sekolah yang 11 itu, kalau memang ada kemungkinan kita tutup ya kita tutup,” ujarnya. (Ndi)

ADSEN KIRI KANAN