Notification

×

MGID ATAS

Adsen

ASN Harus Garda Terdepan Tegakkan Prokes

Selasa, 06 Juli 2021 | 08:31 WIB Last Updated 2021-07-06T01:31:47Z


Sekda berikan pengarahan pada ASN Lombok Barat agar selalu menegakkan prokes.


Lombok Barat - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Baehaqi, memperingati kepada semua pejabat Pemda untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan (Prokes), Senin (5/7/2021).


Sekda menyampaikan imbauannya agar selalu dan tanpa henti kepada semua ASN untuk menjadi garda terdepan dalam melaksanakan disiplin protokol kesehatan karena saat ini situasi pandemi Covid-19 di Indonesia sedang mengalami lonjakan kasus yang cukup mengkhawatirkan.


“Hampir semua wilayah di pulau Jawa dan Bali sudah masuk ke zona merah. Lonjakan kasus Covid-19 ini dipicu oleh berbagai hal di antaranya adalah dengan munculnya varian baru yang disebut dengan varian delta, dimana varian ini memiliki daya infeksius yang lebih cepat dari varian Covid-19 sebelumnya. Saat ini konfirmasi positif sebanyak 50 orang, terbanyak Mataram dan Bima, Lobar 1 kasus. Varian Deltha sudah masuk ke pulau Lombok. Untuk itulah kita semua harus tetap tetap Percaya Diri dan Tingkatkan Imunitas," tuturnya 


”Kita sudah di semester kedua, Sekda sebagai regulator harus mampu mendrive OPD untuk tetap menjaga semangat kerja dan berkoordinasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Di sisi lain penghasilan Asli Daerah kita turun dan kita berharap DAU tidak dipangkas," ucapnya.


Lebih lanjut Sekda mengatakan, dia berharap PPKM darurat Jawa Bali tidak banyak berpengaruh kepada kita. "PAD kita sangat berkurang, sementara Defisit mencapai Rp.59 miliar," tambahnya.


ASN harus menjadi pioner penegakan prokes di masyarakat, ASN harus proaktif memberikan contoh dan mengajak masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan pada setiap kesempatan karena kecenderungan di masyarakat jika ada acara-acara keagamaan dan adat budaya jarang sekali yang memakai masker.


Baehaqi mengharapkan, Kabupaten Lombok Barat akan melakukan vaksinasi 100 orang per hari per puskesmas. vaksinasi massal 3.000 orang. "Harapan kami agar vaksinasi ini berjalan dengan lancar harus atas dukungan kita semua terutama sekali para ASN," harapnya.


Semesntara Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat Ahad Legiarto mengatakan akan segera melakukan sosialisasi terkait imbauan dan program Pemda untuk melakukan vaksinasi massal dan reguler melalui berbagai media yang ada.


“Vaksinasi ini harus diikuti oleh semua lapisan masyarakat untuk melindungi diri dari penularan covid-19, untuk itu kami akan melakukan sosialisasi di semua media baik itu media online seperti website, media sosial seperti FB, IG dan lainnya. Media elektro seperti radio Suara Giri Menang dan media konvensional lainnya, seperti Mobil Calling Dinas Kominfo dan mobil-mobil calling yang ada di OPD lain untuk setiap hari dioperasionalkan di tempat-tempat keramaian termasuk juga bekerja sama dengan MUI, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mensosialisasikannya di tempat-tempat ibadah,” ungkapnya.


”Mari kita berlindung kepada Allah , semoga kita dan keluarga besar kita tetap sehat wal afiat.” sambungnya.(Diskominfotik/AE)

ADSEN KIRI KANAN