Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Adu Mulut dengan Petugas PPKM, Anggota DPRD NTB Dapat Kritikan Pedas

Minggu, 18 Juli 2021 | 11:19 WIB Last Updated 2021-07-18T05:46:25Z
HL Winengan


Lombok Barat, fajarharapan.id - Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Najamudin Mustafa yang terlibat adu mulut dengan petugas saat terkena penyekatan PPKM darurat di wilayah Gerimak Indah, perbatasan Mataram dengan Lombok Barat, mendapat kritikan. 


Ketua Presidium Korps Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (KAHMI) Kabupaten Lombok Barat HL Winengan menyayangkan tindakan anggota DPRD yang menolak putar balik saat PPKM darurat. Dimana ketika warga biasa bukan pejabat diputar balik.


Kalau memang yang bersangkutan belum divaksin, tidak perlu adu mulut. Apalagi, menyampaikan bahwa kewajiban pemerintah menyiapkan vaksin 275 juta. 


Menurutnya yang disebut adalah jumlah penduduk Indonesia. Sementara sesuai ketentuan, yang perlu divaksin adalah warga yang berusia 12 tahun ke atas. 


"Artinya tidak sampai 275 juta warga yang harus divaksin," ujarnya kepada wartawan Sabtu (17/07/2021).


Ia juga menyayangkan tindakan ini justru tidak mendukung Prokes dan penerapan PPKM Darurat. Padahal DPRD NTB sendiri yang mengesahkan Perda NTB nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular," tegas Winengan yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia NTB ini.


Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD NTB, H. Najamudin Mustafa terlibat ribut dengan petugas. Ia menolak diminta putar balik meski tidak bisa menunjukkan kartu vaksinasinya.


Saat dikonfirmasi, Najamudin membenarkan insiden adu mulutnya dengan petugas penjaga pos penyekatan pada Kamis, 15 Juli 2021. Insiden tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi sekitar 2 menit.


“Ya tadi saya disuruh balik, tapi alasannya tidak masuk di akal saya bilang. Semua orang yang disuruh balik itu diminta surat keterangan vaksin. Tapi saya katakan orang yang belum divaksin itu bukan karena tidak mau, tapi belum dapat giliran,” ujar Najamudin. (her/AE)

ADSEN KIRI KANAN