Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Tak Jauh Dari Polsek Sakra, Seorang Pelajar Dibegal

Jumat, 11 Juni 2021 | 21:46 WIB Last Updated 2021-06-11T14:46:45Z
iustrasi


Lombok Timur, Fajarharapan.id - Kasus begal kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Timur, pelaku beraksi di jalan raya jurusan Sakra - Rumbuk, Kecamatan Sakra pada Kamis malam 10/06/2021, korbannya merupakan seorang pelajar atas nama Annaspi (15). 


Menurut kronologis kejadian, korban waktu sedang mengendarai sepeda motornya dari arah Sakra-Rumbuk, tepat di simpang tiga dekat dengan SMPN 1 Sakra, korban berhenti hendak memperbaiki plat nomor kendaraannya yang terjatuh. Namun tiba-tiba dua orang pelaku datang dari belakang menggunakan sepeda motor mendekati korban, dan langsung menodongkan parang kearah leher korban, sehingga korban yang diancam dengan parang tidak bisa berbuat apa-apa, seketika pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban merek scoopy. 


Setelah itu korban melapor ke Polsek Sakra guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. Kapolsek Sakra melalui Kasi Humas Polres Lotim, Iptu L Jaharudin ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan adanya kasus begal yang terjadi di jalan jurusan Sakra-Rumbuk yang menimpa pelajar.

“Kasusnya masih dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku,”paparnya.


Sementara Ketua LSM Rinjani Foundation, Zainul Muttaqin menyoroti kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Sakra, yang beberapa bulan terakhir banyak sekali kasus curanmor yang terjadi di Kecamatan Sakra, Lombok Timur. 


"APH kenapa terkesan melakukan pembiaran dalam kasus curanmor akhir-akhir ini, ada apa? Banyak lagi khasus dan kejadian namun masyarakat setengah untuk tindak lanjuti dikarenakan jarang khasus terungkap oleh APH bahkan bulan ini saja sudah banyak yang terjadi, belum lagi pembobolan rumah di Desa Kabar beberapa waktu lalu,"ungkapnya.


Zainul juga menyebutkan tindakan begal yang menimpa pelajar pada (10/06) tersebut merupakan sebuah penghinaan, mengingat lokasi terjadinya pembegalan hanya beberapa meter dari markas Polsek Sakra. 

"Ini sudah keterlaluan, begal ini tidak kenal tempat, sampai-sampai keluarga dekat kita tidak berani keluar rumah gara-gara khasus yang maraknya pembegalan, jarang sekali juga terungkap, kalo seperti ini semakin senang orang menjadi begal," tutupnya dengan nada lantang. (Citra)

ADSEN KIRI KANAN