Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Kasus Lima Calon Pekerja Migran Indonesia Kabur, Ketua SBMI NTB Minta Diusut Tuntas

Rabu, 30 Juni 2021 | 18:37 WIB Last Updated 2021-06-30T11:37:15Z
Usman


Lombok Timur, fajarharapan.id - Kasus melompatnya lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) Perusahaan Pengerah Pekerja Migran Indonesia P3MI, PT Citra Karya Sejati (PT CKS). Balai Latihan Kerja LN Central Karya Semesta (BLK-LN CKS) di Kota Malang, beberapa waktu lalu kembali mencuat ke publik. Kejadian itu tepatnya terjadi pada Rabu 9 Juni 2021. 


Mereka diduga hendak menyelamatkan diri dari tempat penampungan PT CKS. BLK-LN CKS,  Selasa (29/06/2021).


Ratusan massa dari Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Malang Raya melakukan aksi demonstrasi sambil membawa keranda mayat di depan Balaikota Malang.


Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Nusa Tenggara Barat, Usman angkat bicara. Usman mengatakan di PT CKS 3 orang diantaranya yang jadi Korban PMI itu mereka berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat.


"PMI tersebut jadi korban karena terjun dari lantai 2 BLKN Kota Malang hingga patah dan masih di rawat di RS Malang. Oleh karena itu, kejadian tersebut menurutnya harus segera diusut tuntas, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," ujarnya.


Usman Ketua SBMI NTB menilai, kaburnya kelima calon PMI dengan cara melompat dari gedung pelatihan BLK-LN PT CKS, karena mereka mendapat dugaan perlakuan yang tidak baik dari pihak PT. dan diduga terjadi tindak pidana perdagangan orang.


Usman SBMI NTB mengatakan, aksi protes yang dilakukan SBMI Malang meminta agar kasus tersebut secepatnya ditindaklanjuti oleh Walikota dan DPRD kota Malang. 


SBMI melihat, adanya kejanggalan dari kejadian yang melanda ke lima calon pekerja migran Indonesia tersebut, hingga membuat mereka nekat melompat dari tempat pelatihan BLK LN PT CKS.


SBMI NTB mendorong aparat penegak hukum agar secepatnya memproses, dan menyelidiki kejadian tersebut.


"Harapan kami agar tidak ada korban-korban lagi seperti ini, juga meminimalisir kasus-kasus tentang pekerja migran yang kerap terjadi di seluruh Indonesia," ujarnya.


SBMI NTB sangat mendukung aksi yang dilakukan SBMI Malang, dalam waktu dekat juga SBMI akan turun aksi meminta pihak penegak hukum segera proses kasus tersebut. (Citra)

ADSEN KIRI KANAN