Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Uang Mengendap Rp182 TJokowi Minta Pemda Segera Belanjakan

Selasa, 04 Mei 2021 | 11:52 WIB Last Updated 2021-05-04T04:52:19Z

  

Presiden Jokowi mengingatkan semua pemda agar segera membelanjakan APBD yang mengendap di perbankan sebesar Rp182 triliun pada akhir Maret 2021.(Rusman - Biro Setpres).

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan lagi semua pemerintah daerah (pemda) untuk segera membelanjakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang masih mengendap di perbankan. Nilainya mencapai Rp182 triliun pada akhir Maret 2021.

"Kemarin saya sudah mengingatkan di akhir Maret 2021, di perbankan masih ada uang APBD provinsi, kabupaten, dan kota Rp182 triliun, yang seharusnya itu segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan, sisi konsumsi," ungkap Jokowi di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 di Istana Negara, Selasa (4/5).

Sebagaimana dikutip CNNindonesia.com, kepala negara mengatakan uang ini perlu segera dibelanjakan agar bisa meningkatkan sisi permintaan dan konsumsi masyarakat. Pasalnya, hal ini perlu agar memberi sumbangan pada pemulihan ekonomi usai tertekan dampak pandemi covid-19.

"Kita harus mempercepat belanja pemerintah terutama berbagai bentuk bantuan sosial, padat karya, serta mendorong belanja masyarakat. Demand side harus diperbesar, sisi permintaan harus diperbesar," katanya.

Di sisi lain, mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta agar APBD bisa digunakan untuk memberi stimulus kepada dunia usaha. Hal ini perlu agar roda industri bisa berjalan lagi.

"Kita harus juga mendorong agar industri mulai bangkit, para pekerja mulai bekerja, domestic supply side harus ditingkatkan," tuturnya.

Kendati begitu, ia menggarisbawahi bahwa penggerakan ekonomi tak boleh sampai melupakan protokol kesehatan. Sebab, kunci pemulihan ekonomi tetap bermuara pada keberhasilan menangani dampak pandemi covid-19.

"Tetapi semua dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, jangan ditawar-tawar mengenai ini. Kunci dari pemulihan ekonomi adalah penanganan pandemi covid-19," pungkasnya. (*)

adsense