Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Tiba di Israel, Menlu AS Mulai Misi Perkuat Gencatan Senjata

Rabu, 26 Mei 2021 | 06:40 WIB Last Updated 2021-05-25T23:42:58Z

 

Menlu Amerika Serikat Antony Blinken. (AFP/Andrew Harnik

Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken, tiba di Israel pada Selasa (25/5) dan memulai kunjungan ke beberapa negara di Timur Tengah untuk mendukung gencatan senjata yang kokoh antara Hamas dan Tel Aviv.


Selain Israel, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri AS menuturkan Blinken juga akan mengunjungi Ramallah, Tepi Barat, Palestina dengan harapan "gencatan senjata antara Israel dan Hamas bisa langgeng" di Jalur Gaza. Diplomat nomor satu AS itu pun akan melawat Mesir dan Yordania.


"Fokus utama kami adalah mempertahankan gencatan senjata, memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkannya," kata pejabat Kemlu AS tersebut seperti dikutip Reuters.

Di Israel, Blinken dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem dan bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah.


Namun, pejabat Kemlu AS itu menuturkan masih terlalu dini untuk membicarakan proses perdamaian yang lebih luas lagi antara Israel dan Palestina, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


Meski begitu, Presiden AS Joe Biden menegaskan solusi dua negara adalah satu-satunya jawaban untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun lamanya.


Solusi dua negara merupakan salah satu gagasan perdamaian yang selama ini didukung komunitas internasional, di mana Israel dan Palestina masing-masing mendirikan sebuah negara merdeka dan hidup berdampingan secara damai.


Biden bahkan menjanjikan bantuan yang lebih besar lagi untuk melakukan rekonstruksi Jalur Gaza yang porak-poranda akibat perang 11 hari antara Hamas dan Israel.


Meski merupakan sekutu dekat Israel, AS selama ini memang mendukung solusi dua negara dalam menyelesaikan konflik antara Tel Aviv dan Ramallah.


Namun, di era pemerintahan Presiden Donald Trump, sikap tradisional AS dalam merespons konflik pelik tersebut berubah. Di tangan Trump, AS bahkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.


Kota suci bagi tiga agama itu merupakan salah satu sumber utama pertikaian Israel-Palestina selama ini. Baik Israel-Palestina sama-sama mengklaim Yerusalem sebagai ibu kota mereka.


Kini, Biden memastikan bahwa arah kebijakan AS akan kembali seperti dulu, yaitu mendukung solusi dua negara.


"Tak ada perubahan dalam komitmen saya terhadap keamanan Israel. Titik. Namun, ada yang berubah. Perubahannya adalah kami tetap membutuhkan solusi dua negara. Itu adalah satu-satunya jawaban," ucap Biden. (*)


ADSEN KIRI KANAN