Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Tangkap 19 Penambang Liar Gunung Botak, Polisi Diadang Warga

Selasa, 25 Mei 2021 | 22:28 WIB Last Updated 2021-05-25T15:28:00Z

 

Ilustrasi pengamanan tambang emas liar di Gunung Botak, Maluku. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Pulau Buru - Aparat diadang massa usai menangkap 19 penambang emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Pulau Buru, Maluku.


"Ada 19 orang diamankan dalam penertiban di tambang emas Gunung Botak," kata Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat, melalui pernyataan resmi, Selasa (24/5) petang.


Sebelumnya, 50 personel Gabungan Polres Pulau Buru menyisir lokasi tambang emas Gunung Botak pada Senin, (24/5).


Mereka menemukan belasan orang Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan bahan berbahaya. Polisi juga sempat membakar belasan tenda-tenda penambang di kawasan Gunung Botak.


Usai pengamanan itu, aparat membawa paksa belasan orang penambang ilegal itu dari gunung. Di tengah jalan, massa di Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Pulau Buru, Maluku, mengadang mereka.


Warga yang didominasi kaum perempuan itu sempat mengadang polisi menggunakan kayu dan senjata tajam. Mereka memaksa belasan PETI yang sudah diamankan di dalam mobil itu diturunkan.


"Kita kemudian diadang, dan para penambang itu diturunkan secara paksa," katanya.


Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, warga menggebrak mobil aparat, mengadang personel kepolisian sambil beradu mulut. Terdengar sejumlah tembakan peringatan ke udara sebagai latar suaranya.


Warga yang dianggap sebagai provokator pun terdengar diincar polisi.


"Sempat dua orang warga yang dicurigai provokator diamankan dalam aksi itu," ujarnya.


Pemda Menarik Diri

Kawasan tambang emas Gunung Botak sempat dijaga TNI-Polri dan Pemda. Mereka sempat membangun Pos PAM di sejumlah pintu masuk tambang.


Namun, pada November 2020 lalu, Pemda Kabupaten Buru menarik diri dan tidak lagi membantu pengamanan di kawasan tersebut. Hal ini membuat pengamanan terkendala.


"Dulu ada Pos PAM saja banyak warga berusaha masuk melalui jalur tikus. Apalagi personel tak lagi ditempatkan di sana," tambah Ohoirat.


Selain itu, katanya, kendala pengamanan lainnya adalah belum adanya kebijakan yang jelas dari pemerintah terkait Gunung Botak.


"Inilah yang menjadi kendala pengamanan di Gunung Botak, terutama masyarakat Gunung Botak agar tak lagi melakukan penambangan liar di Gunung Botak karena di situ menggunakan bahan-bahan berbahaya yang akan merusak lingkungan hidup," tutur dia.


"Jika ini tidak segera ditangani dengan baik maka setiap saat dan sampai kapan pun masyarakat akan berusaha masuk secara ilegal di Gunung Botak. Dan jika terjadi permasalahan di sana, maka yang akan di soroti adalah polisi sendiri sebagai pengamanan di daerah tersebut," tandasnya.(*)


ADSEN KIRI KANAN