Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Taiwan Tak Percaya China Tulus Tawarkan Bantuan Vaksin Corona

Kamis, 27 Mei 2021 | 22:33 WIB Last Updated 2021-05-27T15:33:00Z

 

Bendera China dan Taiwan. (iStockphoto/Oleksii Liskonih)

Jakarta - Taiwan tidak percaya jika China tulus menawarkan vaksin corona.


Taipei bahkan menuduh Beijing berupaya menghalanginya membeli vaksin buatan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat dan Jerman, Pfizer/BioNTech, karena alasan politik.


Seorang pejabat senior Taiwan menuturkan kepada Reuters bahwa China tidak bersikap transparan soal informasi yang relevan mengenai vaksin buatannya. Taipei menuturkan sampai saat ini Beijing bahkan belum berdialog secara serius membahas masalah medis dan teknis terkait vaksin, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


Taipei menuduh China meluncurkan "perang politik" untuk memecah dan melemahkan Taiwan di balik tawaran bantuan vaksinnya.


"Mereka meneriakkan kata-kata seperti mereka benar-benar dan bersungguh-sungguh tetapi mereka tidak akan memberikannya kepada Anda," kata pejabat tersebut pada Kamis (27/5) dikutip dari Reuters.


"Ada prosedur tertentu di Taiwan untuk mengimpor vaksin, dan jika niat mereka nyata, mereka tahu apa yang harus dilakukan," kata dia.


Pejabat itu menuturkan pemerintah Taiwan telah memilih bungkam terkait intervensi China soal pembelian vaksin BioNTech selama beberapa bulan terakhir.


Namun, menurutnya sikap China sudah keluar batas sehingga Taipei terpaksa mengungkapkannya ke publik.


"Vaksin bukan lah alat politik. China tahu cara terbaik bagaimana mempolitisasi vaksin," ujar pejabat tersebut.


Seorang pejabat Taiwan lainnya menganggap Beijing telah "melakukan banyak upaya" mencegah Taipei mendapatkan vaksin dari luar.


"Ini mirip dengan diplomasi dolar. Hanya saja sekarang dolar diganti dengan vaksin," ucap pejabat tersebut.


China dan Taiwan terus bersilat lidah terkait pengadaan vaksin corona dalam beberapa waktu terakhir.


Taiwan menuduh China berupaya menghalanginya mengekspor vaksin ketika penularan virus corona kembali melonjak di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.


Di saat bersamaan, Taiwan sudah beberapa kali menolak tawaran bantuan China. Namun, China terus melontarkan tawaran bantuan tersebut.


Taipei menganggap Beijing mencoba membatasi akses ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penanganan gelombang baru pandemi.


Selain vaksin, China bahkan menawarkan mengirimkan ahli pencegahan dan pengendalian pandemi ke Taiwan.


"Sikap kami sangat jelas, kami bersedia membuat pengaturan dengan cepat sehingga sebagian besar rekan di Taiwan bisa memiliki vaksin yang dapat digunakan secepat mungkin," demikian pernyataan Kantor China untuk Urusan Taiwan, Senin (24/5).


"Jika perlu, kami juga bersedia secara aktif mempertimbangkan pengiriman ahli pencegahan dan pengendalian pandemi ke Taiwan untuk berbagi pengalaman anti-epidemi dengan tenaga medis dan kesehatan Taiwan." (*)



ADSEN KIRI KANAN