Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Taiwan Perketat Aktivitas Usai Ditemukan 180 Kasus Baru

Sabtu, 15 Mei 2021 | 14:10 WIB Last Updated 2021-05-15T07:35:36Z

 

Ilustrasi kasus covid di dunia. 

Jakarta - Taiwan resmi menaikkan tingkat kewaspadaan Covid-19 di Taipei dan New Taipei pada Sabtu (15/5) dengan melarang pertemuan dan menutup banyak tempat umum dalam dua pekan mendatang.

Kebijakan ini diambil setelah ditemukan 180 kasus penularan lokal di sana.


Sebagaimana dikutip CNNindonesia.com, meskipun Taiwan memiliki lebih dari 1.250 kasus sejak pandemi Covid-19 terjadi, kebanyakan dari mereka merupakan kasus dari luar negeri. Sehingga, 180 kasus domestik merupakan peningkatan dalam transmisi yang mencemaskan.


Terpisah, demi meredam penyebaran Covid-19, beberapa universitas di Taiwan juga memutuskan kembali ke pembelajaran daring. Para mahasiswa juga diminta untuk menjauh dari kawasan kampus.


"Karena Covid-19 masih mendatangkan malapetaka, harap diingat untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan jaga jarak sosial," tulis Universitas Nasional Taiwan seperti dilansir The Strait Times.


Selain itu, banyak museum juga ditutup karena peningkatan transmisi lokal tersebut, salah satunya adalah Museum Seni Rupa Taipei yang baru dibuka awal Mei 2021. Museum tersebut ditutup mulai Sabtu (15/5) untuk mematuhi peraturan pemerintah.


"Tanggal pembukaan kembali akan diumumkan sesuai dengan situasi dan peraturan pemerintah," tulis Museum Seni Rupa Taipei.


Museum Istana Nasional Taipei, rumah bagi salah satu koleksi seni Tiongkok terbaik dan terluas di dunia, juga mengatakan akan tutup mulai Sabtu (15/5).


Kelompok infeksi saat ini berpusat di bagian utara dan Taipei. Namun, kasus-kasus baru juga muncul di tempat lain, seperti kota pelabuhan utama di selatan Kaohsiung.


Walikota Chen Chi-mai, mengatakan pihak berwenang akan mendisinfeksi berbagai ruang publik, termasuk pasar malam yang biasanya menjadi daya tarik besar bagi wisatawan.


Berdasarkan data Johns Hopkins University yang diakses pada Sabtu (15/5), Taiwan hingga kini melaporkan 1.256 kasus dengan kematian 12 orang. (*)

ADSEN KIRI KANAN