Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Sudah Delapan Jenazah Korban Longsor Batang Toru yang Ditemukan

Selasa, 04 Mei 2021 | 10:45 WIB Last Updated 2021-05-04T03:45:04Z

Tim gabungan mengevakuasi jenazah salah seorang korban.(bnpb)

TAPANULI SELATAN, fajarharapan.id
-- Sebanyak delapan jenazah sudah ditemukan tertimbun material longsor di proyek pembangkit listrik Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Barang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) . Petugas masih berjibaku mencari korban lain yang diperkirakan masih tertimbun.


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Raditya Jati menyatakan, tim pencarian merupakan gabungan dari sejumlah instansi, yakni BPBD Tapanuli Selatan, Basarnas, TNI, Polri, instansi terkait, dan para relawan sejak terjadinya musibah pada Kamis (24/4) sore, ketika kawasan tersebut disirami hujan yang cukup lebat.


''Berdasarkan laporan yang kita dari BPBD Tapsel, masih ada lima orang lainnya yang dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor,'' katanya.


Dikatakan, tim gabungan terus melaksanakan operasi pencarian evakuasi serta pembersihan material longsoran menggunakan alat berat dan peralatan manual lainnya. Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB, imbuhnya, juga hadir melakukan pendampingan posko dan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Tapsel, terutama terkait pelibatan seluruh sumber daya dari lintas unsur guna penanganan darurat bencana tanah longsor.


''Selain itu, Tim TRC BNPB juga memberikan saran dan masukan agar seluruh komponen dapat meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah Kabupaten Tapsel, mengingat ada sebanyak 14 wilayah kecamatan dalam lingkup adminsitrasi Tapsel yang masuk dalam kategori rawan bencana banjir dan longsor,'' ucapnya.


Bupati Tapsel Dolly Pasaribu memberikan apresiasi kepada Kepala BNPB Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo yang telah mengirimkan tim TRC guna membantu percepatan penanganan bencana tanah longsor. “Mengucapkan terimakasih dan apresiasi tinggi kepada bapak kepala BNPB karena secara cepat mengirimkan tim untuk mendampingi PDB tanah longsor di Kabupaten Tapsel,” kata Bupati Dolly.


Dalam rangka upaya percepatan penanganan tanggap darurat bencana, Bupati Tapsel juga telah menetapkan Status Tanggap Darurat bencana tanah longsor selama 14 hari terhitung mulai tanggal 30 April sampai 13 Mei 2021.


Tapsel termasuk kawasan dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 14 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah satunya Kecamatan Batang Toru. Luas bahaya di seluruh kecamatan sekitar 222.903 hektar.(*)

adsense