Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Puasa Lebih Awal, Sebagian Muslim di Jember Sudah Salat Ied

Rabu, 12 Mei 2021 | 19:12 WIB Last Updated 2021-05-12T12:13:15Z

 

Ilustrasi jemaah mengikuti salat idulfitri. (CNNIndonesia/Safir Makki)

Jakarta - Sebagian umat Muslim di Kabupaten Jember dan Bondowoso, Jawa Timur yang berada di sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Dluror dan Pesantren Salafiyah Syafi'iyah melaksanakan salat Idulfitri 1442 Hijriah pada Rabu atau lebih awal dari yang ditetapkan pemerintah.


Dua pesantren itu berada di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember. Desa itu diketahui sebagai perbatasan Jember dengan Kabupaten Bondowoso.


Sebagaimana dikutip CNNindonesia.com, pengasuh Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa mengatakan santri dan warga di lingkungan pesantren sudah menjalankan ibadah puasa selama 30 hari karena memulai awal puasa 1 Ramadhan 1442 Hijriah sehari lebih dulu dari penetapan pemerintah.

"Pihak pesantren menetapkan Hari Raya Idul Ftri 1442 Hijriah pada 12 Mei 2021 berdasarkan kitab Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais dan metode itu diterapkan sejak tahun 1826, sehingga tidak menggunakan metode hisab dan rukyat," tuturnya, Rabu (12/5) seperti dilansir Antara.


Ia mengatakan warga dan alumni pesantren sangat menghargai perbedaan yang ada dan tetap hidup rukun dengan umat Muslim di sekitarnya, meskipun penetapan awal puasa dan Lebaran berbeda dengan pemerintah.


Pelaksanaan salat Id di dua pesantren yang berada di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta mendapat pengamanan yang ketat dari aparat kepolisian setempat.


"Kami sudah mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat Id di rumah, namun masyarakat tetap berbondong-bondong datang ke masjid melaksanakan shalat Idul Fitri," kata santri Pesantren Salafiyah Syafi'iyah, Chofiwanto.


Untuk itu, lanjut dia, pihak pesantren juga sudah mengantisipasi kedatangan jamaah dengan menyediakan tempat cuci tangan dan masker bagi jemaah yang lupa tidak membawanya.


"Kami tetap mengimbau jamaah untuk menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan ibadah salat Id karena saat ini masih pandemi Covid-19," ujarnya.


Kapolsek Jelbuk AKP Dwiko Sulistyo yang ada di lokasi pesantren mengatakan pihaknya memantau penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan salat Ied yang dilaksanakan pesantren di desa tersebut.


"Kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan di masjid yang akan digunakan shalat Id dan petugas juga membagikan masker bagi jamaah yang tidak membawa masker," katanya.


Ia mengatakan pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang melaksanakan shalat Id untuk menjaga jarak dan tetap mematuhi protokol kesehatan hingga shalat selesai. (*)


ADSEN KIRI KANAN