Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Penghormatan bagi Palestina, Iran Rilis Drone Bernama Gaza

Jumat, 21 Mei 2021 | 22:07 WIB Last Updated 2021-05-21T15:07:00Z

  

Ilustrasi drone. (Shane Perry)

Jakarta - Pasukan Garda Revolusi Iran merilis pesawat tempur tak berawak (drone) baru yang dinamakan "Gaza" sebagai penghormatan terhadap Palestina, Jumat (21/5).


"Pesawat tak berawak itu dinamai Gaza sebagai penghormatan abadi bagi mereka yang hari ini di Gaza berdiri melawan invasi dan agresi Zionis," kata Komandan Garda Revolusi Iran, Mayor Jenderal Hossein Salami, dalam acara peresmian drone tersebut seperti dikutip Sepah News.


Sebagaimana dilansir AFP, drone tersebut mampu membawa 13 bom saat terbang dengan ketinggian lebih dari 10.668 kaki dan kecepatan hampir 350 kilometer per jam selama 20 jam.


Menurut laporan Sepah News, selain drone Gaza, Iran juga merilis sistem radar baru berdana "Quds" yang berarti Kota Yerusalem, dikutip cnnindonesia.com.


Radar itu dikabarkan dapat "mendeteksi pesawat siluman dalam radius 500 kilometer" dan dengan cepat berada dalam posisi siaga untuk mobilisasi.


Radar itu dikabarkan dapat "mendeteksi pesawat siluman dalam radius 500 kilometer" dan dengan cepat berada dalam posisi siaga untuk mobilisasi.


Dalam situs Garda Revolusi Iran, radar Quds terlihat seperti versi terbaru dari sistem pertahanan udara yang sempat menembak jatuh drone Global Hawk Amerika Serikat di Selat Hormuz pada 2019 lalu.


"Veris baru ini dapat menembakkan rudal jarak pendek canggih dan memerangi ancaman jarak dekat seperti rudal jelajah, drone, helikopter, dan bom yang dilepaskan dari pesawat," ucap Salami.


Peluncuran drone Gaza itu berlangsung di hari yang sama ketika Israel dan sejumlah kelompok di Jalur Gaza, yaitu Hamas dan Jihad Islam, menyepakati gencatan senjata. Gencatan senjata itu mulai berlaku Jumat pukul 02.00 waktu setempat.


Gencatan senjata itu menghentikan saling serang antara Israel dan milisi Palestina yang sudah berlangsung selama sebelas hari sejak 10 Mei lalu.


Serangan udara Israel itu menelan korban jiwa 243 penduduk Jalur Gaza, 65 di antaranya anak-anak. Sementara itu, penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang.


Hamas menyebut sejumlah kawasan di wilayah itu hancur lebur akibat serangan Israel. Mereka menyatakan sekitar 120 ribu penduduk terpaksa mengungsi.


Kelompok itu juga mengakui bahwa sejumlah anggota milisi mereka tewas akibat gempuran Israel. (*)


ADSEN KIRI KANAN