Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Nekat Mudik Berujung Maut, Perahu Ditumpangi Terbalik Tiga Hanyut

Kamis, 13 Mei 2021 | 06:47 WIB Last Updated 2021-05-12T23:47:59Z

 

ilustrasi


Lima Puluh Kota - Tiga dari empat pemudik menggunakan jalur sungai hanyut di Sungai Batang Kapur, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Rabu (12/5/2021). Belum diketahui nasib pemudik malang tersebut.


Keempat perantau diketahui dari Duri- Riau nekat menggunakan jalur sungai ke Sumatera Barat, seiring adanya larangan dari pemerintah untuk mudik. Kuatnya keinginan untuk pulang kampung karena kerinduan yang amat dalam pada sanak famili, mereka nekat melewati jalur sungai Batang Kapur, Kabupaten Limapuluh Kota untuk bisa mudik ke kampung halaman.


Namun, aksi nekat empat pemudik ini tidak begitu mulus, perahu yang ditumpangi terbalik. Alhasil, tiga pemudik hanyut. Sedangkan satu pemudik selamat, langsung mencari pertolongan ke masyarakat. Sampai berita ini diturunkan, ketiga pemudik tersebut belum diketahui nasibnya, tim SAR bersama warga setempat terus berupaya mencari keberadaan pemudik malang tersebut.


Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra kepada fajarharapan.id mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya orang hanyut di Batang Kapur, Rabu (12/5/2021) dari petugas Damkar Kapur IX. 


Orang hanyut ini seluruhnya perantau dari Riau. Karena adanya penyekatan oleh polisi di Batas Sumbar-Riau di Tanjung Balik, Pangkalan Koto Baru, mereka berinisiatif untuk naik perahu di Kabupaten. Kampar Riau untuk masuk Sumbar. Namun, naas di tengah jalan perahu yang ditumpangi terbalik. Tiga orang dinyatakan hilang. Sedang kan satu orang selamat.


“Satu orang selamat ini mencari yang pertolongan ke masyarakat. Kemudian masyarakat memberitahu ke petugas Damkar,” kata Robi.


Tiga korban hilang tersebut adalah Nofi Arisman (31), Fadil Irsandi (20) dan satu lagi belum diketahui identitasnya. sedangkan korban selamat adalah Raan Rahim (21). Sampai berita ini diturunkan petugas SAR tengah menuju lokasi di Kecamatan Kapur IX.


Terkait siapa pemilik perahu serta kondisi kekinian media mencoba mewawancarai Camat Kapur IX, Fery Ariantoni selaku kepala daerah dimana musibah tersebut terjadi. 


Diterangkan Camat, bahwa korban diduga berasal dari Riau hendak menuju Sumbar. Diduga korban melewati kawasan Tanjung dengan perahu segol milik warga Tanjung (Kampar).  


"Perahu itu bukan milik warga kita  kalau warga kita sudah kita ingatkan agar mematuhi imbauan pemerintah. Diduga pemilik perahu segol kurang mengenal lokasi. Padahal kondisi air biasa saja. Diduga dari Tanjung perahu bakal menepi Paloluan, seputaran Lubuak Alai. Lokasi ini sudah jauh dari posko penyekatan. Namun, allah berkehendak lain," terang Camat via seluler, Rabu malam. 


"Saat ini tim Basarnas masih di lokasi untuk pencarian korban,"pungkasnya. 


Kepala Basarnas Robi Saputra sekitar pukul 22.00 WIB saat dimintai keterangan terkait korban. Apakah korban sudah ditemukan? Dalam WA pribadinya Robi membalas singkat. "Korban belum ditemukan, tim masih bekerja," balas singkatnya.


Informasi dari TRC Payakumbuh, kabar duka ini sudah diketahui pihak keluarga di Payakumbuh. Dikabarkan, pihak keluarga sudah menuju lokasi. (ul)

ADSEN KIRI KANAN