Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Menghalang-halangi Wartawan Saat Bertugas Diancam Kurungan dan Denda Rp500 Juta

Kamis, 20 Mei 2021 | 18:59 WIB Last Updated 2021-05-20T11:59:17Z
.


NTB, FajarHarapan.id - Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, wartawan dilindungi undang undang. Hal ini diungkapkan Hendra Firmanto Korwil  FajarHarapan.id Nusa Tenggara Barat (NTB) saat silaturahmi dan evaluasi wartawan FajarHarapan.id Nusa Tenggara Barat, secara daring, Kamis (20/05/2021).


Hendra menjelaskan, bagi siapa saja yang menghalang halangi apalagi melakukan kekerasan terhadap wartawan saat melaksanakan tugas peliputan demi kepentingan jurnalistik, maka sipelaku tersebut dapat dituntut dan dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan juga dikenakan denda paling banyak sebesar Rp500 juta.


Hal tersebut diungkapkan Hendra Firmanto saat menanggapi beberapa pertanyaan dan kejadian yang pernah terjadi dilapangan soal banyaknya ditemukan para pihak alergi didatangi wartawan, lalu serta merta berupaya menghalang halangi atau bahkan mencoba melakukan upaya kekerasan terhadap wartawan.


Dalam ketentuan pidana pasal 18 undang undang pers nomor 40 tahun 1999 sudah jelas tertuang, "Setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dalam undang-undang pers," ucap Hendra. 


Lebih lanjut Hendra juga menjelaskan bahwa, dalam pasal 4 undang-undang pers menjamin kemerdekaan pers, dan pers nasional memiliki hak mencari, memperoleh dan menyebar luaskan gagasan dan informasi.


Dikarenakan untuk mendapatkan sebuah berita wartawan melakukan beberapa cara antara lain, melalui wawancara dengan narasumber, reportase, riset maupun investigasi, dalam mengumpulkan data dan fakta untuk disajikan kepada publik. 


Ditambahkan, agar tidak terjadi salah persepsi, kalau merasa tidak puas dan kecewa terhadap cara kerja wartawan, ragu dengan identitas wartawan, sebaiknya yang bersangkutan melaporkan langsung hal tersebut kepada organisasi wartawan, dewan pers atau kepada kantor media masing-masing yang melakukan peliputan.


Oleh karena itu, Hendra mengingatkan kepada semua pihak agar lebih terbuka dalam menghadapi wartawan. Dirinya berharap, kejadian penghalang halangan wartawan dan awak media, serta kasus kekerasan terhadap wartawan yang sedang melakukan tugas peliputan dilapangan, tidak terjadi lagi. (AFR)

ADSEN KIRI KANAN