Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Menaker Minta Giant Hindari PHK Karyawan

Jumat, 28 Mei 2021 | 23:09 WIB Last Updated 2021-05-28T16:09:00Z

Menaker Ida meminta manajemen dan serikat pekerja mengedepankan dialog bipartit mengenai rencana penutupan Giant, termasuk kejelasan nasib karyawan. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA).

Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta pengelola ritel Giant, yaitu PT Hero Supermarket Tbk melakukan berbagai upaya untuk menghindari PHK terhadap para pekerja. Rencananya, seluruh ritel Giant akan tutup pada akhir Juli 2021 mendatang.


"Kami minta kedua belah pihak untuk mengedepankan dialog secara bipartit antara pihak manajemen dan pekerja mengenai rencana penutupan Giant ini. Semua hal harus dikomunikasikan dengan baik dan jelas," kata Ida dalam keterangan resmi, Jumat (28/5).


Kementerian Ketenagakerjaan telah memfasilitasi pertemuan antara manajemen Giant dan serikat pekerja/serikat buruh untuk membicarakan rencana penutupan tersebut. Namun, manajemen Giant berhalangan hadir, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


Ia menuturkan Kementerian Ketenagakerjaan akan kembali mengundang kedua belah pihak.


"Sehingga, kami dapat memperoleh penjelasan yang lengkap mengenai rencana penutupan ritel Giant ini, termasuk mengenai kejelasan nasib para pekerjanya ke depannya," katanya.


Namun, lanjutnya, apabila PHK tetap harus dilakukan maka penyelesaian hubungan kerja harus diselesaikan secara musyawarah mufakat melalui dialog antara pengusaha dengan pekerja. Selain itu, perusahaan juga wajib memenuhi hak para pekerja.


"Apabila berbagai upaya untuk menghindari PHK tetap tidak bisa dihindari, dan tidak ada pilihan lain, pemerintah meminta perusahaan agar menjamin pembayaran hak-hak bagi pekerja sepenuhnya. Pemerintah meminta agar hak-hak pekerja wajib dipenuhi oleh pihak manajemen," katanya.


Selain itu, manajemen juga bisa memberikan opsi agar para pekerja yang menjadi korban PHK memiliki kesempatan untuk bekerja di lini bisnis Hero Supermarket lainnya. Misalnya, IKEA, Hero, atau Guardian.


"Kami juga menawarkan opsi adanya kerja sama program skilling, reskilling, upskilling bagi para pekerja yang ter-PHK untuk mendapatkan pelatihan kerja di Balai-balai Latihan Kerja (BLK)," katanya.


Sebelumnya, Hero Supermarket mengumumkan bakal menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli mendatang. Direktur Utama PT Hero Supermarket Tbk Patrick Lindvall menyebut perusahaan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang lain yang memiliki potensi bertumbuh lebih tinggi, seperti IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket.


Menindaklanjuti rencana itu, Hero Group akan mengubah lima gerai Giant menjadi IKEA. Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket


"Kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia, sebuah tren yang juga terlihat di pasar global," jelasnya dalam keterangan resmi.(*)

ADSEN KIRI KANAN