Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Lotim, Para Aktivis Konsisten Akan Membentuk Lembaga Pemerhati Janda

Kamis, 20 Mei 2021 | 19:09 WIB Last Updated 2021-05-20T12:09:28Z
.


Lombok Timur, fajarharapan.id - Angka perceraian dan yang menyandang status janda di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, berdasarkan fakta dilapangan.


Tambah lagi dalam kondisi pandemi sejak 2020 lalu angka perkawinan dan perceraian saling kebut, mengingat berbagai faktor dari tekanan ekonomi dan budaya. Para Aktivis dari berbagai beground bersinergi dan solidaritas untuk membentuk Lembaga Pemerhati Janda (LPJ).


Saat ditemui wartawan Kamis 20/05/2021 M Lutfi Al Ansori selaku bendahara Lembaga Pemerhati Janda (LPJ) mengatakan, latar belakang terbentuknya Lembaga Pemerhati Janda (LPJ) ini adalah, untuk mengurangi angka ketergantungan para ibu-ibu janda kita ke luar negri untuk mengadu nasip ke negara negara tetangga.


Dengan adanya lembaga ini nanti kita bisa berdayakan dengan membangun kerjasama dengan dinas terkait, untuk memberikan modal dan bimbingan, ungkap nya.


"Dan juga banyak janda-janda tua kita, tidak punya masadepan dalam reajut kelangsungan hidup kedepan. Dengan adanya lembaga ini, diharapkan kita bisa bantu dengan pemberdayaan, melalui bantuan sosial berupa sembako atau modal awal".


Mudah mudahan nanti dia bisa jualan pencok, atau serabi papuk papuk kita, pungkas nya kembali. Harapan kedepannya semoga dengan hadir dan berkiprahnya Lembaga ini ditengah masyarakat, bisa sedikit banyak membantu pemecahan masalah dalam mengurangi beban para janda, termasuk nenek yang sudah single dan butuh kelangsungan biaya hidup. (Citra)


ADSEN KIRI KANAN