Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Kimia Farma Sebut Suplai Terbatas Jadi Tantangan Vaksin Covid

Kamis, 27 Mei 2021 | 15:38 WIB Last Updated 2021-05-27T08:38:00Z

Kimia Farma mengungkapkan keterbatasan suplai vaksin jadi dan bahan baku menjadi tantangan dalam penyelenggaraan program vaksinasi virus corona saat ini.(iStockphoto/Vladans).

Jakarta - PT Kimia Farma Tbk mengungkapkan keterbatasan suplai vaksin jadi dan bahan baku menjadi tantangan dalam penyelenggaraan program vaksinasi virus corona atau covid-19 pada saat ini.


"Tantangan terbesar kita adalah untuk segera mendatangkan suplai vaksin pemerintah dan Gotong Royong, mengingat suplai vaksin di dunia itu masih besar gapnya," ujar Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno di acara diskusi virtual bertajuk Perjalanan Vaksinasi Gotong Royong, Kamis (27/5).


Ganti menerangkan saat ini tidak semua negara bisa memproduksi vaksin jadi maupun bahan baku vaksin. Begitu pula dengan negara yang bisa mendapatkannya, tidak semuanya memiliki akses, sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


"Hanya beberapa negara saja yang bisa memproduksi vaksin, sedangkan permintaan hampir di seluruh dunia. Saat ini, penduduk dunia ada sekitar 7 miliar orang, artinya 7 miliar ini berebut untuk bisa mendapatkan vaksin," ucapnya.


Tak cuma sampai di situ, Ganti mengatakan sekalipun akses vaksin sudah diberikan oleh negara produsen kepada negara pembeli, suplai tidak serta merta bisa mengalir deras. Beberapa negara kini justru tengah membatasi suplai vaksin jadi dan bahan baku mereka kepada negara lain.


Kondisi ini muncul karena banyak faktor. Misalnya, ada lonjakan kasus di suatu negara, sehingga distribusi dan kelogistikan terhambat.


Faktor lain, misalnya karena negara tersebut ingin memprioritaskan akses vaksin kepada masyarakatnya. Hal ini membuat masih banyak negara yang belum mendapatkan vaksin covid-19.


"Indonesia termasuk beruntung karena sudah ada sekian juta vaksin yang masuk dan akan terus masuk secara bertahap, meski tidak bisa sekaligus masuk. Jadi tantangan terbesar adalah dari sisi suplai vaksin," ungkapnya.


Lebih lanjut, Ganti menerangkan saat ini suplai vaksin dari Sinovac, farmasi China, untuk program vaksinasi gratis dari pemerintah masih terus bergulir. Teranyar, sekitar 8 juta bahan baku vaksin Sinovac masuk ke Indonesia pada Selasa (25/5) kemarin.


Tak cuma vaksin Sinovac, Ganti juga menyatakan vaksin Sinopharm dan CanSino untuk vaksin Gotong Royong juga akan mulai masuk ke tanah air pada bulan depan. Sayang, ia tidak merinci jumlahnya.


"Bulan depan akan ada suplai yang masuk baik dari Sinopharm maupun CanSino, sehingga bisa membantu percepatan proses vaksinasi," pungkasnya.(*)

ADSEN KIRI KANAN