Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Gunung Nyiragongo di Kongo Meletus, Warga Panik dan Mengungsi

Minggu, 23 Mei 2021 | 07:32 WIB Last Updated 2021-05-23T00:32:05Z

  

Gunung Nyirangongo di Kongo Meletus. (REUTERS/HEREWARD HOLLAND)

Jakarta - Gunung berapi Nyiragongo di Kongo meletus pada Sabtu (22/5) malam waktu setempat atau Minggu pagi waktu Indonesia. Pemerintah Kongo tengah menyiapkan alur evakuasi terhadap warga sekitar gunung.


Dilansir AFP, Pemerintah Demokrat Kongo memerintahkan evakuasi kota timur Goma. Bahkan sebelum pengumuman resmi, ribuan orang sudah mulai memenuhi jalanan dan membawa apa yang mereka bisa saat mereka menuju ke luar kota.


"Rencana evakuasi untuk kota #Goma telah diaktifkan," ujar Menteri Komunikasi Patrick Muyaya.


Sebagaimana dikutip cnnindonesia.com, "Pemerintah sedang membahas langkah-langkah mendesak yang harus diambil saat ini," tambahnya.


Sementara itu Gubernur Militer Provinsi Kivu Utara, yang beribu kota di Goma, Jenderal Constant Ndima mengonfirmasi letusan gunung api itu terjadi pada pukul 19.00.


Misi PBB tengah diterjunkan dan mengirim helikopter untuk memantau aktivitas gunung dari ketinggian. Dilaporkan aliran listrik sudah terputus di sebagian besar kota ketika ratusan penduduk mulai meninggalkan rumah mereka.


"Langit menjadi merah," kata seorang warga, Carine Mbala, kepada AFP melalui telepon.


"Ada bau belerang. Di kejauhan Anda bisa melihat api raksasa keluar dari gunung," tambah dia.


Gunung Nyiragongo terakhir meletus pada 17 Januari 2002, menewaskan lebih dari seratus orang dan menutupi hampir semua bagian timur Goma dengan lahar, termasuk setengah dari jalur pendaratan bandara. Saat itu, ratusan ribu orang meninggalkan kota.


Letusan paling mematikan dari gunung berapi setinggi 3.000 meter itu terjadi pada tahun 1977, ketika lebih dari 600 orang meninggal. Goma terletak di sisi selatan gunung dan menghadap ke Danau Kivu.


Wilayah Goma, yang terletak di provinsi Kivu Utara, berbatasan dengan Rwanda dan Uganda, memiliki enam gunung berapi, semuanya memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter. (*)


ADSEN KIRI KANAN