Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Gelar Akademik Tertinggi untuk Derliana

Senin, 24 Mei 2021 | 18:09 WIB Last Updated 2021-05-24T11:09:46Z

Dr. Derliana.


PADANGPANJANG, fajarharapan.id -- Derliana, penerima beasiswa MORA 5000 Doktor tahun 2018, dinyatakan lolos setelah mempertahankan disertasi berjudul: Pengembangan Pembelajaran Fiqih Berbasis Pondok Pesantren di Madrasah Aliyah Kulliyatul Muballighien Kauman Padangpanjang, dalam sidang terbuka secara virtual, Senin (24/5).


Pimpinan Pesantren MA-KMM Kauman itu diuji oleh Prof. Dr. Martin Kustati, M. Pd selaku ketua tim penguji, Dr. Rehani, M. Ag sebagai sekretaris, Prof. Dr. Alaiddin Koto, M.A,. Prof. Dr. Asasriwarni, M. H,. Dr. Yasmadi, M. Ag,. Prof. Dr. Syafruddin Nurdin, M. Pd, serta Prof. Dr. Zulmuqim, M. A sebagai anggota.


Derliana  mengatakan, penelitian pengembangan pembelajaran Fikih ini didedikasikan untuk PontrenMu Kauman Padangpanjang yang dengan pesantren tersebut telah menjadikannya Doktor perempuan pertama di Kauman Padangpanjang.


"Alhamdulillah sudah selesai Ujian terbukanya dengan hasil yang memuaskan. Terimakasih saya ucapkan atas apresiasi, doa dan dukungannya Bapak dan Ibuk semuanya. Hal ini demi dan untuk kemajuan PontrenMu Kauman Padangpanjang ke depannya" katanya.


Dijelaskannya juga bahwa program beasiswa MORA 5000 doktor ini adalah bentuk penghargaan Kementerian Agama dalam melahirkan doktor-doktor di bidangnya masing-masing. Kami yang lulus di UIN Padang, sebutnya, sebanyak 12 orang. 9 orang dari dosen Perguruan Tinggi dan 3 orang dari guru.


Program ini memberikan kita waktu hanya 3 tahun untuk menyelesaikan pendidikan, Alhamdulillah kami bisa menuntaskannya 2 tahun 9 bulan. Untuk itu atas nama pribadi kami ucapkan terimakasih kepada Kemenag kota Padang panjang, Kanwil kemenag Sumbar, Kemenag RI, seluruh civitas akademika MA KMM Kauman, PDM Pabasko, dan PWM Sumbar.


Dalam penelitiannya, ibu beranak tiga ini menjelaskan, program pengembangan pembelajaran fiqih berbasis pondok pesantren sangat relevan dilaksanakan untuk anak-anak madrasah, karena menurut dia saat ini Muhammadiyah secara nasional sedang gencar-gencarnya menguatkan lembaga pendidikan agar mampu menyiapkan ulama serta umara.


"Dengan adanya pengembangan mode pembelajaran Fiqih di madrasah, kita berharap nantinya madrasah mampu melahirkan ulama-ulama yang mengayomi dan memberikan kontribusi nyata terhadap Negara kita, Indonesia. Sebagaimana hal ini merupakan khittah perjuangan Muhammadiyah dalam membangun peradaban bangsa dan negara," jelasnya.


Tangis harupun pecah dari segenap civitas akademika MA KMM Kauman Padangpanjang, keluarga dan juga sahabat, saat Derliana dinyatakan lulus dengan IPK 3,72. Perempuan kelahiran Pasia Pangaraian ini juga berhasil meraih Nilai A serta menjadi Doktor yang ke-219 di UIN Imam Bonjol Padang, Sumatra Barat.(*)

ADSEN KIRI KANAN