Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Evan Dimas, Langganan 5 Pelatih di Timnas Indonesia

Rabu, 19 Mei 2021 | 15:39 WIB Last Updated 2021-05-19T08:39:11Z

 

Evan Dimas Darmono. (ist)


Jakarta - Evan Dimas Darmono selalu masuk dalam daftar pemain yang dipanggil Timnas Indonesia siapapun pelatihnya. Dimulai dari era kepelatihan Alfred Riedl sampai sekarang bersama Shin Tae Yong.


Evan Dimas berada dalam daftar 28 pemain yang dibawa Shin Tae Yong untuk tiga laga terakhir Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022. Evan Dimas termasuk salah satu pemain berpengalaman di antara sederet pemain muda yang diboyong Shin Tae Yong.


Sebagaimana dikutip CNNindonesia.com, melihat hal ini, pengamat sepak bola nasional Supriyono menilai tak pernah absennya Evan Dimas di tim Garuda tak lepas dari kebutuhan taktik pelatih.


"Mungkin yang dibutuhkan pelatih adalah tipe seperti dia. Evan kan bisa mengatur tempo permainan, bisa jadi katalisator antara belakang ke tengah. Ketika dibutuhkan sosok seperti itu, dia bisa pas lah untuk taktik yang tepat," kata Supriyono kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).


Debut Evan Dimas di Timnas Indonesia terjadi di laga uji coba melawan Timor Leste, 11 November 2014. Gelandang yang kini memperkuat Bhayangkara Solo FC itu kemudian masuk skuad Piala AFF 2014 yang diarsiteki Alfred Riedl.


Sebagai pemain muda, Evan mampu menunjukkan kebolehannya usai mencetak gol pembuka pada menit kedelapan saat menghadapi Laos yang berujung kemenangan 5-1 buat Timnas Indonesia pada pertandingan ketiga fase grup. Sayang, Timnas Indonesia gagal melaju ke babak semifinal karena hanya nangkring di posisi ketiga Grup A.


Dua tahun kemudian, Evan Dimas kembali mendapatkan kepercayaan dari Riedl. Pelatih asal Austria itu membawa Evan Dimas untuk tampil di Piala AFF 2016.


Evan bersaing untuk mendapatkan kesempatan bermain dengan para pemain seniornya yang lebih banyak masuk dalam daftar susunan pemain ketika Timnas Indonesia tampil sebagai runner up.


"Mungkin yang dibutuhkan pelatih tipe pemain seperti dia tapi enggak juga kalau diihat waktu era Riedl, dia jarang main. Attitude-nya oke, bisa mengakomodir ke yang muda, ke yang senior karena orang kita kan suka kagok. Tapi Evan diharapkan bisa menjembatani itu," kata Supriyono.


Pada 2018, Timnas Indonesia mengalami pergantian pelatih. Kali ini PSSI mengambil pelatih dari Spanyol, Luis Milla. Evan Dimas juga tak luput dari pantauan pelatih yang merupakan mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tersebut.


Bahkan, Evan Dimas kala itu sempat menjadi salah satu anak kesayangan Luis Milla yang kerap mendapatkan sesi latihan tambahan di setiap pemusatan latihan (TC) yang digelar. Gelandang 26 tahun itu juga punya peran penting untuk meloloskan Timnas Indonesia dari fase grup sebelum terhenti di babak 16 besar Asian Games 2018.


Setelah era Luis Milla, Timnas Indonesia dipegang Bima Sakti sebagai caretaker dan dilanjutkan oleh Simon McMenemy. Meski hasilnya tidak bagus usai kalah di empat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 2019 lalu, tapi nama Evan Dimas selalu masuk.


Terakhir, Evan Dimas kembali menjadi andalan Timnas Indonesia di tangan Shin Tae Yong.

"Pastinya pengalaman dari era Alfred Riedl ke Luis Milla sampai sekarang Shin Tae Yong menjadi pengalaman yang bagus buat Evan Dimas. Apalagi dia enggak neko-neko orangnya. Mudah-mudahan dia bisa ngemong adik-adiknya yang masih 19 tahun. Pengalaman Evan oke lah ya. Memang masih dibutuhkan, tapi kembali ke pelatih butuh sosok pemain seperti apa di tim," ungkap Supriyono.


Menurut Supriyono, Evan Dimas juga masih punya banyak hal yang perlu diperbaiki ke depannya. "Hal yang harus diperbaiki dari Evan Dimas, kalau rebut bola jangan ambil bola ke bawah, tipikal playmaker tidak harus begitu juga. Tempatkan posisi dia kalau playmaker orientasi passing progresif ke depan. Jangan terlalu banyak passing melebar ke kanan kiri," ujar Supriyono. (*)

ADSEN KIRI KANAN