Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

Empat Anak Meninggal Diseret Ombak Samudera Hindia di Batahan

Minggu, 16 Mei 2021 | 11:51 WIB Last Updated 2021-05-16T04:55:03Z

wikipedia

BATAHAN
-- Duka menjemput di saat berliburan di objek wisata, menikmati suasana lebaran Idul Fitri 1442 H di kawasan pantai barat Sumatra, persisnya di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).


Musibah yang terjadi Sabtu (15/5) sekira pukul 14.50 WIB itu terjadi di kawasan wisata Pantai Tompek, Desa Kubangan Tompek, Kecamatan Batahan, saat empat anak ditemukan meninggal dunia setelah terseret ombak. Keempat bocah itu berasal dari Kecamatan Sinunukan, tetangga terdekat Kecamatan Batahan.


Sebelum wabah pandemi Covid-19 terjadi dan pemberlakuan pembatasan perjalanan, pantai-pantai di kawasan Batahan dan Natal juga banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Pasaman Barat, daerah Sumatera Barat yang berbatasan langsung dengan Madina, Sumatera Utara, tersebut.


Informasi yang dikutip dari beritahuta.com, malintangpos.co.id, dan sumber otoritas setempat, keempat korban meninggal, yaitu:  Aizan Juanda Dwi Santoso (umur: 7 tahun, jenis kelamin: laki-laki, status: pelajar, alamat: Desa Sinunukan II); Pakaris Halawa (7, perempuan, Barak Inti B PT Sago Nauli, Desa Pasir Putih, Sinunukan).


Selanjutnya:  Kelsin Bulele (10, perempuan, Barak Inti B PT Sago Nauli, Desa Pasir Putih, Sinunukan); dan Karis Halawa (9, perempuan, Barak Inti B PT Sago Nauli, Desa Pasir Putih, Sinunukan).


Sebelum magrib, para korban sudah di rumah duka masing-masing. Dua korban yang didapat lebih dulu sempat dibawa ke puskesmas terdekat, dua lainnya langsung diantar ke kediaman mereka.


Sebelum musibah terjadi keempat korban bermain di tepi pantai, sementara para orangtua mereka berteduh santai di bawah pohon, tak jauh dari pantai.


Menurut kedua portal berita yang berbasis di Panyabungan, ibukota Madina itu, ketika anak-anak tersebut asik bermain kejar-kejaran tak jauh dari bibir pantai, tiba-tiba ombak besar datang. Tak ayal, mereka tak bisa menyelamatkan diri sehingga terbawa gelombang arus air laut.


Mengetahui anak-anak mereka dalam bahaya, para orangtua menjerit histeris. Mendengar jeritan itu, masyarakat setempat dan warga yang kebetulan sedang mengisi liburan Lebaran di lokasi tersebut pun berlarian ke arah bibir pantai, tempat korban terbawa arus ombak.


Sejurus kemudian, mereka berusaha melakukan pencarian dengan cara berenang. Seperti sudah diatur, setelah setengah jam masa pencarian, ditemukan seorang anak. Setengah jam kemudian, didapat lagi satu anak.


Lalu, berselang sekitar setengah jam lagi, berhasil dievakuasi seorang. Terakhir, sekitar setengah jam, didapat lagi seorang anak.


Menurut Kapolsek Batahan Sapariono, keempat anak terseret ombak pasang saat mereka asik bermain di pantai tersebut.Setelah keempat korban dibawa ke rumah masing-masing, polisi memasang police line di sekitar pantai.


Tidak hanya di Pantai Langgune Tompek, di pantai-pantai lain yang berada di Batahan juga untuk sementara dinyatakan dilarang dikunjungi masyarakat, seperti  Pantai Batahan dan Pantai Palimbungan.


Sebelumnya, Kepala Desa Kubangan Tompek Maspur menyebutkan, sejak awal pihaknya sudah mengumumkan agar warga tidak bermain di pantai karena setiap tahun selalu ada korban. ”Kami sudah larang agar tidak main di pantai. Tetapi ada saja yang tidak mengindahkan himbauan kami,” katanya.


Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Jasra Putra, M.Pd menyayangkan, liburan lebaran di tengah pandemi Covid-19 ini masih menelan korban nyawa anak-anak. Selain musibah yang terjadi di Batahan itu, menurutnya, di berbagai tempat juga disampaikan laporan banyaknya anak yang cedera dan meninggal dunia, seperti petaka tenggalamnya perahu di Kedung Ombo, Jawa Tengah.


''Orang tua masih banyak abai terhadap keselamatan anak saat berlibur dan berwisata. Kita sangat prihatin dengan musibah ini. Ironisnya, peristiwa terjadi justru ketika adanya larangan berlibur tempat-tempat wisata,'' kata lelaki asal Maligi, Pasaman Barat, yang juga segaris dengan pantai Batahan tersebut.(*)

ADSEN KIRI KANAN