Notification

×

MGID ATAS

Adsen

Berkaca dari Kisah Hidup Hanisa yang Penuh Inspirasi

Rabu, 12 Mei 2021 | 14:00 WIB Last Updated 2021-05-12T07:00:50Z

 

Hanisa 

Lombok Timur, fajarharapan.id - Seorang perempuan berusia sekitar 40 tahun di Desa Pulau Maringkik Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Hanisa yang hidup sebatangkara selama belasan tahun hidup seorang diri dirumahnya, usai ditinggal oleh almarhum kedua orang tuanya .


Citra Maulida selaku wartawanfajar.id harapan mendatangi ibu hanisa yang kerap dipanggil Mak Icek dua hari lalu dikediamannya di Pulau Maringkik.


Sesampai didepan pintu rumah dengan model rumah berdiri yang terbuat dari kayu dan tangga kayu membuat langkahku terbata-bata untuk memasuki rumah Hanisa.


Dilihat dari pintu depan dinding bilik bambu sudah lapuk dan berlubang bahkan dinding kamar nya ada yang jebol. Sesampai didepan pintu tak lupa mengucap salam sebagai simbol kita sebagai umat muslim .


Jujur ada banyak yang bisa kita petik dari kehidupan ibu Hanisa yang kuat hidup seorang diri, sosok perempuan tegar dalam menjalani kehidupan, ditambah lagi kondisi tubuh yang ringkih membuatku berpikir keras, tentu ini bukanlah persoalan mudah yang dilalui.


Memang Pada hakikatnya kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang artinya setiap manusia tidak bisa hidup sendir, karenanya membutuhkan bantuan manusia lainnya untuk menjalani kehidupan manusia.


Meski begitu tidak sedikit yang memilih hidup menyendiri di tempat yang bisa dikatakan jauh dari keramaian dan hedonisme . Dengan segala keterbatasan, Hanisa bertahan hidup dari tempat yang ia tinggali.


Untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari bisa dikatakan susah dengan modal menunggu belas kasih dari orang yang memang masih punya ikatan keluarga jauh dengan Hanisa.


Dengan segala keyakinan Hanisa bisa menjalani kehidupan atau keperluan pokok sehari hari nya. Hebatnya lagi itu yang membuatnya bahagia dan ceria menjalani hidup.


Ia bisa ceria layaknya keluarga lengkap yang hidup harmonis, namun Hanisa bisa berada di fase yang membuat ia tegar dan kuat untuk menjalani hidup .


"Melihat kronologis dan cerita hidup Hanisa, rasanya mendapat tamparan keras jika masih secuil persoalan lalu mengeluhkannya" ungkapku sambil bergumam.


Bahkan dari secercah masalah yang kita hadapi tidak jarang menanggapi nya dengan inilah ujian terbesar saya, melihat Hanisa entah serasa masalah-masalah kecil yang ada hilang seketika, bagiku ia adalah sosok merdeka. (Citra)

ADSEN KIRI KANAN