Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

BEM FKIP UGR Kutuk Perilaku Zionis Israel terhadap Warga Palestina

Jumat, 28 Mei 2021 | 14:17 WIB Last Updated 2021-05-28T07:18:01Z
.


Lombok Timur, fajarharapan.id - Isu tentang Palestina bukan isu baru. Palestina telah berupaya sejak lama untuk memperoleh legitimasi dunia Internasional akan kemerdekaan dan kedaulatannya sebagai sebuah negara dan bangsa, namun seakan sia-sia sebab kondisi geopolitik lebih berpihak kepada Israel. 


Israel sendiri adalah bentuk imperialisme di dunia modern saat ini. Imperialisme Israel hadir dengan dalih exoduse korban perang Dunia II. Perlahan namun pasti, perampasan Israel terhadap Bangsa Palestina terus terjadi dan hingga saat ini, mereka masih berupaya untuk menguasai keseluruhan tanah Palestina. Ungkap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Zundi Arzaki pada wartawan fajarharapan.id Kamis (27/05/2021).


Maka naif jika kita masih tidak perduli terhadap Palestina. Maka naif jika kita mengatakan Hamas atau Fatah serta para pejuang Palestina adalah kelompok teroris.  Mereka adalah kelompok yang hanya memperjuangkan hak-hak mereka yang dirampas oleh Zionis Israel. Lanjut nya.


Analogi sederhananya adalah Palestina tidak ubahnya seorang korban perampokan yang mencoba melawan orang yang merampoknya, namun ia justru dituduh sebagai penyerang rampok itu.


Bentuk imperialisme seperti ini telah terjadi di Indonesia jaman dahulu. Belanda datang dengan dalih perdagangan, lalu mengokupasi tanah dan kekayaan bangsa Indonesia dengan biadab.


Namun, ketika Pangeran Diponegoro, Patimura, Sultan Hasanuddin dan para pahlawan nasional lainnya berupaya untuk mengusir Belanda. Mereka “dikerdilkan” dengan cap radikalis dan teroris, lalu dibuang, diasingkan dipenjara, agar tidak lagi dapat membakar semangat perlawanan terhadap kebiadaban penjajahan.


Untuk itulah dengan sangat cerdas dan cermat, para pendiri bangsa kita melahirkan Alinea pertama pada Undang-Undang Dasar 1945 dengan menyentuhkan sebuah rasa yang mengingatkan kita tentang sebuah perjuangan bersama. Tegas Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)Frody Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)yang disapa Zaky .


Rasa untuk ingin merdeka, terbebas dari segala bentuk penjajahan dan penindasan yang tidak manusiawi apalagi berkeadilan. “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri Kemanusiaan dan peri Keadilan.”


Berlandaskan amanah dari Undang-Undang Dasar 1945, kita harus mendukung dengan jelas dan lugas kemerdekaan bangsa Palestina dan mengecam dengan keras kebiadaban Zionis Israel yang semakin hari semakin biadab, menjajah dan menindas rakyat Palestina.


Rentetan peritiwa kedzaliman dan kebiadaban Zionis Israel terus terjadi. Hari ini, kita menyaksikan bahwa kekejaman itu masih terjadi dan menimpa Palestina. Tercatat dari (Rabu,19 Mei 2021) sudah lebih dari 200 korban meninggal dunia yang di dalamnya terdiri dari warga sipil, anak anak dan wanita.


Zundi Arzaki menyerukan " kita tidak boleh diam saja dan membiarkan kebiadaban itu terus berlanjut dan dipertontonkan. Otoritas dunia seperti PBB seharusya mengambil tindakan tegas terhadap serangan yang dilakukan Zionis Israel."


Pemerintah Indonesia juga diharuskan dan seharusnya mengupayakan intervensi Internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menghentikan penjajahan yang dilakukan oleh Zionis Israel. Serta menjamin keamanan rakyat Indonesia yang bergerak dalam organisasi kemanusiaan di Palestina.


Setidaknya melalui organisasi kemanusiaan itu kita dapat membantu meringankan sedikit beban rakyat Palestina. Maka jaminan keselamatan bagi pejuang kemanusiaan disana harus dikedepankan oleh Pemerintah Indonesia.



Oleh karena itu kami Pengurus BEM FKIP UGR dengan ini menyatakan sikap:

1. Mengecam dan mengutuk dengan keras perilaku Zionis Israel yang melakukan penjajahan, penindasan, kebiadaban dan kekejaman terhadap Palestina.


2. Mengecam Amerika dan para pendukung perilaku biadab Zionis Israel terhadap bangsa Palestina. Sebab tindakan mereka dalam mendukung Penjajahan Israel terhadap Palestina telah bertentangan dengan semangat Perdamaian Dunia dan pengakuan Hak-hak Negara-Bangsa untuk hidup dengan Sejahtera, Aman, Merdeka dan Berdaulat.


3. Mendukung sepenuhnya kemerdekaan Palestina.


4. Mendorong Pemerintah untuk mendukung kemerdekaan Palestina dengan lebih agresif dan progresif.


5. Mendorong Pemerintah untuk menjamin keselamatan seluruh WNI yang berada di Palestina yang berjuang sebagai garda terdepan aktivis kemanusiaan.


6. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyerukan, menyuarakan, serta mendukung kemerdekaan Palestina baik dengan kampanye di media sosial, berinfaq, shodaqoh dan hal apapun yang bisa dan sanggup dilakukan.


Demikian pernyataan sikap kami, agar perjuangan bangsa Palestina terus menggema hingga Zionis Israel dan kroninya gemetar oleh takbir kemenangan bangsa Palestina, tutup nya. (Citra)

ADSEN KIRI KANAN