Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

AS Tolak Usul Resolusi Gencatan Senjata Israel-Hamas di PBB

Kamis, 20 Mei 2021 | 13:04 WIB Last Updated 2021-05-20T06:04:00Z

  

Ilustrasi tentara Israel menembakkan gas air mata terhadap para pedemo Palestina di Tepi Barat. (AP/Majdi Mohammed)

Jakarta Amerika Serikat menolak usulan resolusi yang diajukan Prancis di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), supaya Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza, Palestina, segera melakukan gencatan senjata.


Negeri Paman Sam beralasan usulan resolusi DK PBB justru bisa mengganggu upaya diplomasi yang tengah dilakukan pemerintahan Presiden Joe Biden dan Israel.


Dilansir Associated Press, Kamis (20/5), Prancis yang merancang usulan resolusi DK PBB itu. Namun, AS menggunakan wewenangnya untuk menghambat DK PBB menerbitkan pernyataan pers sebanyak empat kali.


Padahal, seluruh negara anggota tetap dan tidak tetap DK PBB mendukung pernyataan pers itu.


Sebagaimana dikutip CNNindonesia.com, untuk bisa menerbitkan pernyataan pers, DK PBB harus mengumpulkan minimal 15 dukungan negara anggota. Namun, untuk menerbitkan resolusi hanya dibutuhkan dukungan sembilan negara anggota, dan tanpa ada satu pun negara anggota tetap yang menggunakan hak veto.


Perwakilan Prancis di DK PBB menyatakan mereka berunding cukup sengit dengan AS pada Rabu kemarin terkait usulan resolusi soal Israel dan Hamas itu. Namun, utusan AS untuk PBB menyatakan mereka tidak akan mendukung usulan resolusi yang diajukan Prancis.


"Sikap kami jelas dan konsisten yakni kami fokus dalam upaya diplomasi untuk mencoba mengakhiri kekerasan dan tidak mendukung tindakan yang kami yakini justru meremehkan upaya meredakan ketegangan," demikian keterangan juru bicara utusan AS untuk PBB.


Sampai saat ini belum diketahui apakah Prancis akan mengajukan usulan resolusi itu kepada negara anggota DK PBB. Sebab kemungkinan besar AS akan menggunakan hak veto untuk menghalangi resolusi itu.


Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sissi, membahas masalah peperangan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza. Mereka juga melakukan konferensi video dengan Raja Yordania, Raja Abdullah II, terkait kondisi Gaza.


Sidang Majelis Umum PBB yang dijadwalkan digelar hari ini di kantor pusat mereka di New York juga akan membahas permasalahan konflik Israel-Palestina. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dijadwalkan hadir dalam rapat itu.


Jumlah penduduk Jalur Gaza, Palestina, yang tewas akibat serangan Israel sampai saat ini mencapai 228 orang, diantaranya ada 64 anak-anak.


Sedangkan jumlah korban meninggal di pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza mencapai 12 orang.


Peperangan antara Israel dan Hamas meletus pada 10 Mei, beberapa hari sebelum Idulfitri. Alasan Hamas menggelar serangan roket adalah membalas sikap aparat keamanan Israel yang menghalangi dan menyerang warga Palestina yang tengah beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.


Hamas juga beralasan serangan itu untuk membalas sikap pemukim ilegal Israel yang hendak mengusir para penduduk Palestina yang menetap di kawasan Sheikh Jarrah, sebelah timur Yerusalem.


Sedangkan Israel menyatakan membalas serangan Hamas dan berupaya melindungi penduduknya dari teror. (*)


ADSEN KIRI KANAN