Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

9 Pedemo Hardiknas Dibebaskan Tapi Berstatus Tersangka

Selasa, 04 Mei 2021 | 09:02 WIB Last Updated 2021-05-04T03:05:46Z

 

Ilustrasi (CN Indonesia.com


Jakarta 
Polisi membebaskan sembilan orang yang sempat ditangkap dalam aksi damai memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), Senin (3/5).


Kepala Divisi Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Nelson Nikodemus mengatakan, sembilan orang tersebut sebelumnya ditangkap oleh polisi pada aksi demonstrasi kemarin dengan dalih melanggar protokol kesehatan.


Sebagaimana dikutip CNN Indonesia.com, "sudah dibebaskan, tapi ditetapkan sebagai tersangka," kata Nelson saat dihubungi, Selasa (4/5).


Nelson mengatakan, sembilan orang peserta aksi itu terdiri dari lima mahasiswa dan empat orang buruh. Menurut dia, kepolisian menetapkan status tersangka atas kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dan melawan perintah kepolisian.


Nelson menjelaskan, awalnya sejumlah elemen dari KRPI, BEM SI Kerakyatan, pelajar, dan pemuda melakukan aksi di depan Gedung Kemendikbud-Ristek, Senin (3/5). Aksi ini dimulai pada pukul 13.00 dan berjalan dengan damai.


Kemudian, pada Pukul 15.00 WIB pihak Kemendikbud-Ristek menyerukan agar massa menyiapkan wakilnya untuk beraudiensi. Massa bersepakat mengutus delapan orang perwakilan dari mahasiswa untuk melakukan audiensi dengan Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim.


Selanjutnya, pada pukul 16.45 WIB, delapan perwakilan massa masuk, namun hanya diberikan waktu sekitar 10 menit untuk beraudiensi. Saat perwakilan massa aksi masuk kedalam gedung untuk audiensi, pihak kepolisian tiba-tiba mengepung massa aksi yang berada diluar dan memaksa massa untuk bubar.


"Pemaksaan tersebut disertai dengan tindakan penyitaan mobil komando milik FSBN-KASBI serta melakukan penangkapan yang disertai dengan pemukulan secara brutal terhadap beberapa mahasiswa dan kawan-kawan buruh," ungkapnya.


"Pihak kepolisian kemudian memaksa untuk menghapus video aksi hardiknas, dan mengancam massa aksi akan diikuti sampai pulang," jelas Nelson menambahkan.


Tindakan seperti ini yg membuat rangking demokrasi RI semakin terpuruk jatuh ke peringkat 102. Unjuk rasa dijamin konstitusi n bukan kejahatan. Bebaskan 9 mahasiswa.


Anggota DPR RI Fadli Zon menyayangkan insiden tersebut. Lewat cuitannya, Fadli menilai bahwa tindakan kepolisian justru membuat ranking demokrasi Indonesia menurun.


"Tindakan seperti ini yang membuat ranking demokrasi RI semakin terpuruk jatuh ke peringkat 102. Unjuk rasa dijamin konstitusi dan bukan kejahatan. Bebaskan sembilan mahasiswa," cuit Fadli di akun @fadlizon.


CNNIndonesia.com telah mengonfirmasi soal penangkapan dan penetapan status tersangka ini kepada pihak kepolisian. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus belum memberikan jawaban. (*)

adsense