Notification

×

mgid Bawah Bapenda

Adsen

5 Perampok di Pademangan Dibekuk, 1 Bertugas Jadi Mata-mata

Sabtu, 29 Mei 2021 | 05:24 WIB Last Updated 2021-05-28T22:24:44Z
Ilustrasi perampokan bersenjata. (Foto: Istockphoto/thawornnurak)


Jakarta-
Komplotan perampok bersenjata api dan membawa kabur uang Rp25 juta di Jalan Pademangan, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, memiliki anggota yang bertugas memata-matai calon korban.


Hal ini diketahui dari penangkapan lima perampok berinisial Y, AR, RA, HM, dan H, di tempat berbeda pada Rabu (26/5).


"Pelaku berhasil kita amankan tanggal 26 [Mei] kemarin," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di kantornya, Jumat (28/5), sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.


Para tersangka ini mempunyai peran berbeda saat menjalankan aksinya. Y, kata dia, merupakan eksekutor sekaligus otak kejahatan ini.


"Ini dia yang merencanakan. Yang bersangkutan juga residivis kasus sama, curas (pencurian dengan kekerasan). Pernah ditangani Resmob Polda Metro Jaya. Dia yang merampas dan menembak korban," jelas Yusri.


Kemudian, tersangka AR berperan mengeluarkan senjata api yang dipakai untuk menembak korban. Saat kejadian, ia dibonceng oleh pelaku Y.


Berikutnya, menurut Yusri, tersangka RA berperan mematai-matai korban. Menurut dia, RA memerintahkan rekan komplotannya untuk mulai beraksi berdasarkan pantauan situasinya.


"RA sampaikan ada korban ini, pakai baju ini kemudian dua motor ikuti korban, RA pergi," tuturnya.


Selanjutnya, tersangka HM yang disebut sebagai pihak yang menjual senjata api kepada pelaku perampokan. Menurut dia, HM menjual senjata ke Y seharga Rp11 juta. Terakhir, tersangka H yang berperan menjual 10 butir peluru seharga Rp1,5 juta.


Dari pengembangan terhadap lima tersangka, diketahui ada tujuh orang dalam komplotan pelaku. Untuk dua pelaku lainnya, inisial J dan HR masih buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).


Dua tersangka yang masih buron itu berperan sebagai joki dari eksekutor perampokan.


"Mereka komplotan pelaku pencurian dan kekerasan dan tidak segan-segan melukai korban seperti yang terjadi di Pademangan," ungkapnya.


"Dua DPO diidentifikasi dan kami imbau untuk menyerahkan diri, kita akan tindak tegas," tegasnya.


Dalam kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa dua senjata api, dua airsoft gun, serta amunisi.


Sebelumnya, komplotan perampok ini membawa kabur uang Rp25 juta dan menembak korban di Jalan Pademangan, Jakarta Utara, Jumat pekan lalu. Selain itu, pelaku juga mengambil handphone milik korban.


Sebelum dirampok, korban diketahui mengambil uang dalam jumlah besar di bank. Salah satu pihak bank pun sempat diperiksa polisi. (*)

ADSEN KIRI KANAN