Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Pemda Tanah Datar Tetap Bantu Biaya Kuliah Anak Keluarga tak Mampu

Minggu, 18 April 2021 | 12:01 WIB Last Updated 2021-04-18T05:01:42Z


Kabag Kesra Setdakab Tanah Datar H. Afrizon.(*)

TANAH DATAR, fajarharapan.id -- 
Pemkab Tanah Datar kembali menegaskan, anak-anak berasal dari keluarga tidak mampu, bila lulus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tetap akan memperoleh bantuan. Ada sejumlah persyaratan dan prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkannya.


Kabag Kesra Setdakab Tanah Datar H. Afrizon, kemarin menjelaskan, bantuan biaya melanjutkan pendidikan ke PTN itu, terbukti memiliki dampak positif terhadap usaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, sebutnya, di bawah pimpinan Bupati Eka Putra dan Wakil Bupati Richi Aprian, bantuan tetap diberikan.


‘’Sekda sudah menerbitkan surat pemberitahuan bernomor 440/426/Kesra-2021 bertanggal 15 Maret 2021 terkait dengan urusan itu. Surat ditujukan kepada camat se-Tanah Datar untuk bisa disampaikan kepada masyarakat. Dalam surat itu kita jelaskan persyaratan yang harus dipenuhi calon penerima,’’ katanya.


Dikatakan, para camat diharap dapat menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat, sehingga bisa diketahui semua pihak. Dengan demikian, tuturnya, diharap tidak ada lagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang diterima di PTN, tetapi tidak mendapat info menyangkut program bantuan yang diberikan pemerintah.


Selain memanfaatkan dana yang bersumber dari APBD kabupaten, Afrizon mengatakan, pemberian bantuan biaya melanjutkan pendidikan ke PTN juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) Kabupaten Tanah Datar.


Agar  pemerintah daerah dapat membantu, imbuhnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya; bagi mahasiswa undangan membuat proposal yang ditujukan kepada BAZNas Tanah Datar, proposal harus diketahui camat, walinagari dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ kecamatan. Sedangkan mahasiswa mandiri atau lulus dari jalur seleksi, proposalnya ditujukan kepada bupati Tanah Datar, diketahui camat dan walinagari.


Proposal tersebut, imbuhnya, harus dilampiri surat rekomendasi dari sekolah besangkutan, foto kopi dokumen kependudukan seperti kartu keluarga, KTP calon mahasiswa dan KTP orang tua, pasfoto, foto rumah, tanda lulus PTN, bukti pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) pertama, dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) asli.


‘’Bantuan yang diberikan hanya untuk UKT. Pengaju proposal harus bersedia disurvey,’’ katanya.


Menurut Afrizon, program bantuan yang diberikan secara kontinyu itu merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah, terutama dalam menciptakan generasi Tanah Datar yang unggul. Selain itu, terangnya, untuk bisa menjangkau lebih luas, pemerintah daerah juga berharap bantuan dan dukungan dari semua pihak, terutama donatur dan kalangan perantau.


Program memberikan bantuan biaya melanjutkan pendidikan ke PTN bagi anak-anak yang tidak mampu, dirintis Bupati Tanah Datar Periode 2005-2010 dan 2010-2015 M. Shadiq Pasadigoe, lalu dilanjutkan Bupati Periode 2016-2021 H. Irdinansyah Tarmizi (almarhum).


Sejak 2015, di akhir masa kepemimpinan dua periode Shadiq, Kabupaten Tanah Datar berhasil memiliki peraturan daerah tentang pengelolaan pendidikan. Perda itu merupakan pondasi kuat terkait dengan penyelenggaraan pendidikan agar tidak menjadi program ‘bongkar pasang’, termasuk dasar hukum pemberian bantuan melanjutkan pendidikan ke PTN bagi anak-anak Tanah Datar yang berasal dari keluarga tidak mampu.(*)