Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Pandemi Covid-19 PAUD RA Terampil Terpaksa Liburkan

Minggu, 25 April 2021 | 10:47 WIB Last Updated 2021-04-25T03:47:07Z
Foto bersama


Mataram, fajarharapan.id - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Raudhatul Athfal (RA) Terampil, Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa meliburkan murid mulai 12 April 2021 hingga batas waktu belum ditentukan. Hal itu dikarenakan masih belum berkesudahannya Covid-19 di daerah tersebut.


"Tergantung situasi dan kebijakan pemerintah soal wabah Covid-19," ujar pendiri Yayasan Raudhatul Athfal (RA) Terampil Dra. Hj. Tinelnius kepada fajarharapan.id, Minggu (25/4/2021). 


Menurutnya, diliburkan sekolah tersebut karena ancaman pandemi Covid-19 masih belum berkesudahan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihak yayasan mengambil kebijakan tersebut.


Ditambahkan, libur sekolah juga secara bersamaan, ini sistemnya yang berbeda, dari sekolah pada umumnya, kalau Pendidikan Usia Dini (PAUD) tidak mengejar materi. 


Sebab materi lokal seperti tugas menggambar jadi agar anak tidak bosan, tugas pun di antarkan oleh guru ke murid, dulu guru yang mencari murid, sekarang semenjak Covid-19 guru yang cari murid untuk diberikan tugas.


"Tujuannya disini untuk melindungi dan mencegah terjadinya penularan covid-19 terkait belum boleh tatap muka," ujarnya.


Ditambahkan, yang menjadi kendala saat ini adalah tidak semua orang tua murid punya HP android, jadi untuk proses belajar murid.


Selain itu, masih ada orangtua yang tidak peduli karena belum paham arti belajar daring. "Orangtua murid kalau ke sekolah belajar ini yang masih sulit untuk kami pecahkan," ungkap Tinelnius


Jadi walimurid sekadar ambil tugas ke sekolah sebelum di telpon oleh guru selama pandemi. Guru harus kreatif bikin tugas sesuai tema.


Dijelaskan Nel panggilan dan sapaan akrab dari Tinelnius, kaitan PAUD dengan TBM Terampil yang didirikan bersamaan adalah, membaca yaitu anak usia dini dikaitkan membaca dengan dongeng.


Untuk memacu perkembangan anak, orangtua murid diwajibkan setiap antar anak, membaca buku resep dan sebagainya.


"Jadi wali murid memanfaatkan waktu sambil menunggu anaknya disamping itu tujuan di sini yakni untuk mengurangi buta huruf," ujarnya.


Menurutnya, rencana di tahun ajaran baru RA Terampil harus membuat aturan baru demi kelancaran proses belajar mengajar. Wali murid akan dipanggil, jika di tahun ajaran baru pengelola beserta guru yang harus aktif.


Baik dari segi pembiayaan maupun pembelajaran kemudian akan di sesuaikan aturan yayasan dengan aturan pemerintah karena di tahun ajaran baru ini sebagian yayasan yang punya tanggung jawab. (Nurlaela Putriyasari)