Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Lagi Ikan Mati Mendadak di Danau Maninjau, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah

Kamis, 08 April 2021 | 21:17 WIB Last Updated 2021-04-08T14:17:56Z

 

Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)


Maninjau, fajarharapan.id - Kabar tak sedap kembali melanda petani keramba jala apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (8/4/2021).


Sedikitnya lima ton ikan nilai milik petani tambak mati mendadak. Hal itu sudah sekian kalinya terjadi di danau tersebut.


"Lima ton ikan siap panen itu milik 15 orang petani dengan kematian 300 kilogram sampai satu ton," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Edi Natrial di Lubukbasung Agam, Kamis (8/4/2021).


Edi mengatakan, ikan milik petani di Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjungraya ini mulai pusing dan mati akibat kadar oksigen berkurang di dasar setelah naiknya air dari dasar danau.


"Bangkai ikan mengapung di permukaan danau dan petani mengalami kerugian sekitar Rp100 juta," katanya.


Ia mengakui, kematian ikan di Danau Maninjau selama Januari sampai 8 April 2021 sebanyak 20 ton.


Sebelumnya, ikan milik petani di Danau Maninjau mati sebanyak 15 ton pada Januari dan Februari 2021, yang tersebar di Nagari Kotomalintang dan Bayua.


Mati mendadaknya ikan tersebut membuat makin sengsaranya petani keramba jala apung (KJA) di sekitar Danau Maninjau. Bahkan ini sudah ke sekian kalinya terjadi. Akibatnya petani ikan terbut mengalami kerugian ratusan juta rupiah. 


"Kami berharap ada solusinya dari pemerintah kabupaten, sehingga kami tidak lagi rugi," ujar salah seorang petani jala apung ke fajarharapan.id(yanto)

adsense

×
Berita Terbaru Update