Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Kasad Andika Perkasa Resmikan Instalasi Smart Teknologi Artificial Intelligence

Selasa, 20 April 2021 | 17:21 WIB Last Updated 2021-04-20T10:21:48Z
Tandatangani prasasti


Jakarta, fajarharapan.id  - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan rumah tahanan militer berbasis artificial intelligence (AI). Instalasi “Smart” berbasis teknologi canggih pertama di Indonesia ini berada di Markas Polisi Militer Kodam Jayakarta (Mapomdam Jaya), Setiabudi, Jakarta Selatan, demikian disampaikan Jenderal Andika kepada para awak media.


Menurut Andika dibangunnya Smart Instalasi Tahanan Militer Pomdam Jaya ini menjadi kebanggaan TNI AD.


“Ini yang pertama kalinya TNI AD memiliki smart instalasi tahanan militer. Smart ini memang berbasis ICT (Information and Communications Technology) sehingga semuanya ini sudah diintegrasikan sedemikian rupa,” ungkap Andika di Jakarta, Selasa (20/4/2021).


Lebih lanjut Andika memaparkan bahwa teknologi canggih yang digunakan pada instalasi tahanan militer tersebut akan memberikan rasa aman, terkendali dan manusiawi. 

Selanjutnya akan dibangun tahap kedua sebagai kelanjutan membuat rutan yang lebih nyaman dan aman walaupun ada pengurangan anggaran karena pandemi tetapi bangunan tahap pertama bisa berhasil. 


“Semua perangkat diprogram secara elektronik sehingga bisa berjalan otomatis. Tidak lagi manual misalnya ada saat penguncian pintu, menyalakan lampu dan semuanya. Selain itu gerakan penghuninya bisa dianalisis langsung lewat Artificial Intelligence (AI) jadi bisa mencegah terjadinya tindakan bullying (perundungan) kepada tahanan,” ujar Andika. 


Instalasi tahanan militer canggih yang dimiliki Pomdam Jaya ini berdiri di atas tanah seluas 1.500 meter persegi, dan dapat menampung hingga 83 orang warga binaan.


“Saya berharap jajaran Polisi Militer Kodam Jaya dapat memanfaatkan fasilitas ini. Jadi saya titip kepada seluruh pejabat di Polisi Militer Kodam Jaya agar benar-benar memanfaatkan segala kelebihan dari instalasi tahanan militer ini karena memang inilah yang seharusnya kita miliki,” ujarnya. (Andanu/shanty)