Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Jadi Nara Sumber Acara KNPI, Kapolres Lobar Dicecar Pertanyaan Oleh Peserta

Jumat, 09 April 2021 | 08:49 WIB Last Updated 2021-04-09T01:49:04Z
Berikan kenang-keangan


Mataram, fajarHarapan.id - Kapolres Lombok Barat memenuhi undangan KNPI sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi pemuda sosialisasi kampung sehat jilid II, serta vaksinasi Covid-19 di aula Hotel Jayakarta Senggigi Lombok Barat, Kamis (8/4/2021). 


Pada kesempatan itu, Kapolres AKBP Bagus S. Wibowo dicecar pertanyaan oleh peserta pada diskusi tersebut. Kesan Polri yang kelihatan tidak berimbang dalam menangani kasus pernikahan yang dialami oleh anak ulama yaitu Habib Rizik Shihab dan Artis Atta dan Aurel.


Kapolres Lombok Barat menanggapi bahwa bagi yang merasa melihat Polri terkesan tidak berimbang agar mencoba memahami keseluruhan kasusnya. Dalam hal ini beliau mengatakan tidak menangani kasus itu secara langsung.


Kapolres Lobar mengatakan, sebenarnya sah-sah saja bagi siapa saja yang ingin melaksanakan acara resepsi pernikahan, namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 atau yang bisa dikenal dengan 5M.


Dan AKBP Bagus S Wibowo mencontohkan, ketika suatu waktu pernah menangani acara pernikahan yang dihadirinya, beliau mengungkapkan bahwa asalkan Prokes Covid-19 di jalankan dengan benar maka, sah-sah saja untuk menggelar acara resepsi pernikahan.


Beliau juga menambahkan terkait Surat Edaran Menteri Agama, dimana dalam Surat Edaran tersebut yang berisikan 11 Point, dimana bagi siapa saja yang hendak melaksanakan Sholat Tarawih, Berbuka Puasa ataupun Sahur bersama, agar tetap menjalankan Prokes Covid-19.


Dan kapasitas Masjid tidak di isi lebih dari 50% Jamaah, namun beliau khawatir dengan adanya edaran ini sebagian masyarakat salah memahaminya, sehingga Lombok Barat yang saat ini ada di zona hijau & kuning bisa saja berubah menjadi merah. 


Hal ini di karenakan karakter dari masyarakat yang salah dalam memahami Surat Edaran Menteri Agama tersebut, sehingga terlalu bebas melaksanakan kegiatan yang melanggar prokes covid-19 dengan anggapan bahwa corona ini sudah tidak ada lagi atau memang benar-benar tidak ada.(FH)

adsense

×
Berita Terbaru Update