Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Harga Emas Antam Hari Ini Turun ke Rp925 Ribu

Kamis, 15 April 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-04-15T04:00:00Z
ilustrasi


Jakarta, fajarharapan.id - Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) alias Antam berada di posisi Rp925 ribu per gram pada Kamis (15/4/2021) ini. Posisi ini turun Rp5.000 dari Rp930 ribu per gram pada Rabu (14/4/2021).


Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) melemah Rp5.000 per gram menjadi Rp817 ribu per gram pada hari ini.


Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp512 ribu, 2 gram Rp1,79 juta, 3 gram Rp2,66 juta, 5 gram Rp4,4 juta, 10 gram Rp8,74 juta, 25 gram Rp21,73 juta, dan 50 gram Rp43,39 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp86,71 juta, 250 gram Rp216,51 juta, 500 gram Rp432,82 juta, dan 1 kilogram Rp865,6 juta sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.


Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX turun 0,04 persen menjadi US$1.735,6 per troy ons. Serupa, harga emas di perdagangan spot turun 0,08 persen ke US$1.735,09 per troy ons pada pagi ini.


Analis sekaligus Direktur Utama PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo mengatakan pelaku pasar saat ini sedang fokus melihat perkembangan vaksinasi covid-19. Isu vaksin yang kurang ampuh melindungi dari covid-19 hingga efek samping serius yang ditimbulkan menjadi sentimen bagi pasar.


"Setelah AstraZeneca kini giliran vaksin J&J yang disebut menimbulkan pembekuan pembuluh darah. Vaksin J&J dihentikan sementara penggunaannya di AS," ungkap Dikki dalam risetnya.


Food and Drug Administration (FDA) meminta negara bagian AS untuk menghentikan penggunaan vaksin J&J setelah enam orang di AS dilaporkan mengalami pembekuan darah langkah. Hal ini membuat pasar khawatir terhadap perkembangan kasus covid-19.


"Kekhawatiran pelaku pasar terhadap masalah vaksin dan lonjakan kasus covid-19 membuat harga emas punya ruang untuk menguat dalam jangka menengah," pungkas Dikki. (*)


adsense