Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Anak Kecanduan Aplikasi Game? Ini Solusinya

Sabtu, 17 April 2021 | 09:42 WIB Last Updated 2021-04-17T02:42:15Z
ilustrasi


Lombok Timur, FajarHarapan.id
- Anak kecanduan aplikasi game? Di tengah maraknya kecintaan anak anak terhadap aplikasi game online dan ofline di semua android, tidak lepas dari tanggung jawab penuh orang tua dan juga guru. 


Dibutuhkan optimalisasi dari peran aktif orang tua dalam mengawasi anak anak mereka agar tidak terkesan lepas kendali. Mengingat, keberadaan game game yang ada saat ini dikhawatirkan mengganggu pola pikir dan aktifitas belajar anak di usia dini.


Penulis sebuah buku asal NTB berjudul "Golden Parenting" Wawan Herman Husdiawan pun buka suara soal hal ini. Menurutnya, keberadaan android/HP dengan berbagai aplikasi terbaru justru diharapkan mampu membawa manfaat bagi semua orang bukan malah sebaliknya. "Tidak setuju kata, banyakan mudhorat daripada kebaikannya yang secuil" tegasnya.


Disampaikan bahwa solusi agar anak tidak kecanduan terhadap game online dan offline adalah kontribusi penuh dari orang tua dan juga guru. Mengingat diusia dini anak anak sangatlah perlu bermain dengan orang tua mereka. Orang tualah yang semestinya mengagungkan dan seruan seruan dengan anaknya untuk mengajaknya bermain dengan alam sekitar sesuai jenjang usianya. Jika usia anak 0 -7 tahun, seorang anak dibiasakan bermain dengan lingkugan disekitar rumahnya. Mengingat fitrah manusia adalah bergerak, bertumbuh, berlompat, berlari dan seterusnya . 


Jika usia anak di atas usia 7 tahun, mereka diarahkan untuk lebih mengenal alam luar seperti pantai, bukit, gunung, hutan lindung dan lain sebagainya. Mengingat dari sebagian aplikasi game yang ada, berisi konten petualangan. 


Padahal itulah yang perlu di fasilitasi oleh orang tua agar anak anak tidak kecanduan kepada aplikasi game dan terbiasa lebih dekat dengan orang tua dan alam sekitar. Selain itu, diharapkan sebagai upaya agar para orang tua juga tidak terkesan dilangkahi oleh keberadaan aplikasi game tersebut . Lebih - lebih keberadaannya kebanyakan tidak memberi manfaat dan membuat waktu untuk belajar dan keluarga jadi terbuang sia - sia tambahnya.


Sebagai penutup, ayah dari 3 anak yang kerap disapa Ka Wawan ini menyarankan kepada semua guru untuk ikut aktif memberikan kegiatan - kegiatan yang bersifat produktif. (SY)