Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Nikmat Dengan Singkong Goreng di Kedai Desa Ketapang"

Rabu, 17 Maret 2021 | 11:14 WIB Last Updated 2021-03-17T04:14:23Z


Kabupaten Semarang, fajarharapan.id – Kata singkong sepertinya tidak asing lagi di telinga masyarakat, apalagi jika berkunjung ke Desa Ketapang Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang desa di mana Program TMMD Reguler ke-110 Kodim Salatiga di gelar saat ini, nama singkong sudah sangat populer dan melegenda.

Singkong atau biasa dikenal dengan nama latin, manihot utilissima atau Manihot esculenta crantz, yang juga di kenal dengan nama ketela pohon atau ubi kayu merupakan pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae.

Di mana umbinya di kenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran, jangan salah, tanaman umbi yang biasanya di kenal sebagai makanan wong "ndeso" ini ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi.

TMMD Kodim 0714/Salatiga ini terkenal dengan makanan khas ketela (singkong) gorengannya, yang lebih di kenal dengan 'telo goreng'. Singkong menurut sejarahnya berasal dari Amerika Selatan, yang tumbuh liar di hutan-hutan, Bangsa Portugis kemudian menyebarkan tanaman ini ke seluruh dunia, termasuk di wilayah Indonesia.

Peluang usaha makanan di Desa Ketapang ini tidak terbatas pada makanan yang berbahan singkong saja, tetapi umumnya jenis makanan yang dihasilkan para produsen makanan di Desa Ketapang adalah jenis yang khas desa dengan bahan baku yang mudah ditemukan di desa ini.

Makanan-makanan yang cukup terdengar asing bagi generasi milenial yang terbiasa dengan makanan cepat saji (fast food). Memang, tujuan Program TMMD Reguler Kodim Salatiga selain program sasaran fisik, juga sasaran non fisik, diantaranya pemberdayaan masyarakat desa untuk memanfaatkan potensi wilayahnya.

Beberapa kedai makanan di Desa Ketapang memilih makanan tradisional untuk disajikan kepada para traveler atau pelintas yang kebetulan singgah di desa tersebut, hal ini bertujuan untuk memperkenalkannya kepada generasi muda, sembari bisa melestarikannya.

"Supaya ada menu-menu khas desa, karena kan anak-anak sekarang selalu fast food atau yang cuma di masak atau di kemas dengan tehnik modern, kalau spesialis di desa ini adalah singkong gorengannya, supaya juga kurangi kolesterol," ungkapnya, Rodiyah (63) salah satu pemilik warung kepada Tim Jurnalistik Kodim Salatiga, Selasa (16/03/2021). (Pendim 0714)

adsense

×
Berita Terbaru Update